Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: dok. Istimewa via bisnis)

harianpijar.com, JAKARTA – Sandiaga Uno akhirnya angkat bicara soal namanya masuk dalam bursa calon Ketua Umum PPP. Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan bahwa keluarga besarnya banyak yang menjadi loyalis PPP.

“Keluarga besar saya sebetulnya juga banyak loyalis-loyalis PPP,” kata Sandiaga Uno seusai mengunjungi pabrik pengolahan kulit di Garut, Jawa Barat, Jumat, 6 November 2020.

Kendati demikian, Sandiaga Uno mengaku belum mau fokus soal peluangnya menjadi Ketua Umum PPP untuk saat ini. Dirinya ingin mengupayakan bantuan bagi pihak-pihak yang terdampak pandemi virus Corona atau COVID-19 dari sisi ekonomi.

“Namun fokus sekarang kita ini adalah gimana membangkitkan ekonomi di mana kita bisa membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya. Gimana kita pulih dengan ide-ide baru, ide-ide kreatif untuk bergandengan tangan di krisis ini,” ujar Sandiaga Uno.

Baca juga:   Soal Gibran Maju Pilkada Solo, Ini Kata Puan Maharani

“Kita perlu ingatkan semua pihak, pemerintah terutamanya, untuk mempercepat bantuan yang sudah lama ditunggu oleh masyarakat,” sambungnya.

Nama Sandiaga Uno masuk di bursa caketum PPP di antara tokoh-tokoh internal, seperti Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa. Sandiaga Uno masih belum menjawab apakah bersedia pindah ke PPP jika peluangnya menjadi ketua umum terbuka lebar.

“Jadi kebetulan Plt Ketua Umum PPP masih paman saya, Pak Suharso. Saya sampaikan kepada semua, rekan-rekan fokus pada pemulihan ekonomi bangkitnya, dan buka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandiaga Uno.

Sebagaimana diketahui, masuknya nama Sandiaga Uno dalam bursa caketum PPP memang atas usulan DPC PPP. Hanya saja, tidak diketahui berapa jumlah DPC dan DPC mana saja yang mengusulkan Sandiaga Uno.

Baca juga:   PKS Ajak FPI Cs Oposisi, Pengamat: Berpotensi Destruktif dan Merusak Konstitusi

“Sementara ada sejumlah DPC yang juga mewacanakan Sandiaga Uno. Ya itu kan hak untuk menyampaikan, tetapi semua tergantung kepada muktamirin (peserta muktamar), siapa yang akan dipilih nanti,” ujar Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi saat dihubungi, Minggu, 25 Oktober 2020.

“Tetapi kan itu baru sekadar usulan, baru sekadar wacana, apakah benar beliau-beliau mau maju, kita juga belum tahu,” imbuhnya.

PPP sendiri akan menggelar muktamar pada 20-23 Desember 2020 di Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu agenda dalam Muktamar IX PPP itu adalah pemilihan ketua umum. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar