Farah-Puteri-Nahlia
Farah Puteri Nahlia. (foto: dok. fraksi PAN)

harianpijar.com, JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyatakan akan kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat. Terkait hal itu, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia menilai Habib Rizieq sudah rindu dengan Indonesia.

“Sebagai Anggota DPR saya skeptis saja, berbaik sangka bahwa HRS rindu Tanah Air dan lingkungannya,” ujar Farah Puteri Nahlia kepada awak media, Selasa, 27 Oktober 2020.

Menurut Farah Puteri Nahlia, kepulangan Habib Rizieq akan diterima masyarakat dengan baik. Sebab, kata dia, Habib Rizieq hingga kini masih berstatus WNI.

“Dan pemerintah sampai dengan hari ini belum mencabut status kewarganegaraannya. HRS masih WNI. Sehingga saya yakin atas kepulangan HRS akan diterima sebaik-baiknya,” ucapnya.

Farah Puteri Nahlia menilai pernyataan kepulangan Habib Rizieq bukan sekadar gimik. Dirinya lalu mengaitkan pernyataan kepulangan Habib Rizieq dengan orasi Ketum FPI Ahmad Sobri Lubis pada demo, Selasa, 13 Oktober 2020 di depan Istana.

Baca juga:   Jelang Kongres PAN, Puta Jaya: Peta Kekuatan Zulkifli Hasan dan Mulfachri Berimbang

“Kepulangan Habib Rizieq saya kira bukan gimmick. Mengapa? Pertama, kepergian HRS dalam pemahamannya adalah hijrah di tengah berbagai laporan masyarakat kepada polisi,” kata Farah Puteri Nahlia.

“Kedua, pada orasi Ketua FPI hari Selasa (13 Oktober 2020) di depan Istana, disampaikan HRS akan pulang. Ketiga. Kemudian tersebar video yang viral bahwa HRS tidak lama lagi pulang ke Tanah Air,” imbuhnya.

Farah Puteri Nahlia juga merasa yakin Habib Rizieq telah melengkapi dokumen keimigrasian yang disyaratkan Kerajaan Arab Saudi. Dirinya mengatakan layaknya WNI lainnya, WNI memerlukan dokumen khusus jika ingin keluar-masuk negara lain.

“Saya percaya bahwa HRS telah melengkapi dokumen keimigrasian yang disyaratkan oleh Kerajaan Saudi Arabia hingga diperbolehkan keluar dari mukimnya di Mekkah. Seperti halnya WNI yg lain, mesti melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan jika keluar-masuk negara lain,” ungkapnya.

Baca juga:   Kiai NU: Rizieq Shihab Harus Gentle, Apalagi Bawa Nama Ulama

Namun, Farah Puteri Nahlia tak ingin berkomentar banyak terkait kasus hukum yang dimiliki Habib Rizieq. Dirinya menyerahkan hal itu kepada aparat penegak hukum.

“Terkait kasus hukum atau laporan masyarakat, biarlah menjadi wewenang penegak hukum. Kedepan marilah kita jaga perdamaian, berpolitik tanpa berisik. Kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa adalah kunci dari tujuan berpolitik kita,” ujar Farah Puteri Nahlia.

Sebelumnya, kabar kepulangan Habib Rizieq beredar dalam video viral di Twitter. Dalam video yang berdurasi 1 menit 30 detik itu, Habib Rizieq bicara terkait kepulangannya beserta keluarga ke Tanah Air dalam waktu dekat.

Ketua DPP FPI Slamet Ma’arif tidak menyebut secara pasti kapan Habib Rizieq akan kembali ke Indonesia. “Doakan insyaallah secepatnya,” ujarnya saat dihubungi, Senin, 26 Oktober 2020.

Slamet Ma’arif juga tidak memerinci terkait rencana kepulangan tersebut. Namun, kata dia, tanggal kepulangan akan disampaikan sendiri oleh Habib Rizieq. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar