Ke Komnas HAM, Kuasa Hukum Adukan Soal Penangkapan Petinggi KAMI

tim-kuasa-hukum-KAMI
Tim kuasa hukum KAMI adukan penangkapan kliennya ke Komnas HAM. (foto: detik/Luqman Nurhadi Arunanta)

harianpijar.com, JAKARTA – Tim kuasa hukum Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyambangi Komnas HAM hari ini. Kedatangan itu bertujuan untuk mengadukan penangkapan sejumlah petinggi KAMI oleh Polri.

“Pengaduan kami khususnya tentang penangkapan, cara-cara penangkapan, dan sebagainya kemudian penahanan sebagainya khususnya kami hubungkan dengan UU 39 tahun 1999,” ujar Koordinator Tim Advokat KAMI Abdullah Alkatiri, di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Oktober 2020.

Abdullah Alkatiri mengatakan ada dugaan pelanggaran HAM dilakukan aparat kepolisian dalam penangkapan petinggi KAMI. Pihaknya melakukan pengaduan ini agar menjadi perhatian Komnas HAM.

“Ya otomatis kan yang menangkap kepolisian kan. Gus Nur juga demikian ditangkap tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Harusnya ada panggilan kesatu, kedua, ketiga dan sebagainya. Itu tidak ada, ditangkap di Malang, dibawa ke Jakarta konon kabarnya pakai kendaraan darat,” kata Abdullah Alkatiri.

Baca juga:   Pengamat Nilai Ada Pengalaman Gagal Nyapres di Balik Kritik Gatot Nurmantyo

“Semua itu kami ajukan ke sini supaya mendapat perhatian dari Komnas HAM,” imbuhnya.

Abdullah Alkatiri mengaku diterima pihak Komnas HAM dalam audiensinya. Mereka pum diminta untuk melengkapi pengaduannya.

“Ya mereka akan tindaklanjuti kemudian kita diminta melengkapi,” ujar Abdullah Alkatiri.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan 9 tersangka penghasutan terkait demo tolak omnibus law pada 8 Oktober lalu. Kesembilan tersangka memiliki peran masing-masing dalam memicu ricuhnya demo yang digelar serempak di sejumlah daerah itu.

Adapun 9 tersangka yang ditetapkan yaitu Khairi Amri (KA), Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH) dan Anton Permana (AP). Kemudian, Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP), Kingkin Anida (KA) serta Deddy Wahyudi (DW).

Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana merupakan pentolan KAMI. Ketiganya ditangkap di Jakarta bersama Kingkin Anida yang merupakan mantan caleg PKS. Sedangkan, Deddy Wahyudi merupakan admin akun @podoradong.

“Ini 9 tersangka yang berkaitan dengan kegiatan penyebaran dengan pola hoax mengakibatkan anarkisme, vandalisme, sehingga membuat petugas luka kemudian barang-barang dinas rusak, gedung, fasilitas umum yang semuanya membuat kepentingan umum terganggu di sana,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

Baca juga:   Deklarasi Partai Masyumi Reborn, Singgung Kemenangan Jokowi hingga PKS Tak Tampung Umat

Argo Yuwono sebelumnya juga telah menegaskan bila tidak ada yang salah dengan penangkapan para petinggi KAMI ini, termasuk pula dengan penangkapan Gus Nur. Bilamana ada protes, Polri mempersilakan untuk diajukan melalui prosedur hukum yang ada.

“Semua sudah sesuai prosedur,” tegas Argo Yuwono.

“Kalau ada yang tidak pas silakan diajukan ke praperadilan,” tambahnya. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar