Sandiaga-Uno
Sandiaga Uno. (foto: liputan6/Johan Tallo)

harianpijar.com, JAKARTA – Nama sejumlah tokoh muncul untuk mengisi kursi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan, menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi, nama Sandiaga Uno pun turut diusulkan oleh sejumlah DPC PPP.

“Sementara ada sejumlah DPC yang juga mewacanakan Sandiaga Uno. Ya itu kan hak untuk menyampaikan, tetapi semua tergantung kepada muktamirin, siapa yang akan dipilih nanti,” ujar Achmad Baidowi saat dihubungi, Minggu, 25 Oktober 2020.

Namun, Achmad Baidowi mengatakan nama Sandiaga Uno menjadi Ketum PPP masih sekadar usulan dari DPC. Keputusan soal siapa yang akan duduk di pucuk pimpinan PPP akan diambil dalam Muktamar yang akan digelar pada pertengahan Desember 2020.

“Ada juga beberapa DPC yang menyebut nama Sandiaga Uno. Tetapi kan itu baru sekadar usulan, baru sekadar wacana, apakah benar beliau-beliau mau maju, kita juga belum tahu,” tuturnya.

Sandiaga Uno sendiri saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Achmad Baidowi menjelaskan bahwa ada aturan minimal waktu menjadi pengurus daerah dan pusat jika seorang kader akan maju sebagai ketum. Namun, kata dia, aturan itu bisa saja berubah di Muktamar.

Baca juga:   Soal Tudingan Partai Nasionalis, Politisi PDIP: Surya Paloh Terlalu Emosional

“Khofifah juga dari luar, Gus Ipul juga, meskipun pernah ada di PPP. Yang nyebut nama Sandiaga Uno ada beberapa DPC, bukan saya yang usulkan ya. Itu masih wacana,” kata Achmad Baidowi.

“Apakah bisa? Kalau merujuk pada AD/ART, maka ketum harus sudah 1 periode di DPP atau DPW. Namun, AD/ART juga bisa diubah di Muktamar. Makanya semua tergantung muktamirin,” imbuhnya.

Adapun sejumlah nama yang disebut-sebut menjadi kandidat Ketum PPP di antaranya Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa, anggota Wantimpres Mardiono, hingga tokoh senior PPP Ahmad Muqowwam. Ada pula usulan dari DPW Jawa Timur yang mengajukan nama Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Baca juga:   Bandingkan dengan Ma'ruf Amin, Sandiaga: Waktu di Pilgub DKI Saya Mundur dari Semua Korporasi

“Kalau yang santer terdengar konsolidasi itu kan Pak Suharso sudah melakukan konsolidasi ke beberapa DPW dengan berkomunikasi dengan DPC-DPC. Kemudian Pak Mardiono juga sudah menyiapkan tim pemenangan. Sementara dari luar, seperti Bu Khofifah, Gus Ipul kan baru diusulkan, baru diwacanakan oleh DPW Jawa Timur,” ungkap Achmad Baidowi.

Seperti diketahui, Suharso Monoarfa telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai ketua umum definitif PPP. Selain Suharso Monoarfa, ada pula sejumlah nama lain yang menjadi kandidat untuk menduduki kursi Ketum PPP.

“Tapi selain beliau (Suharso Monoarfa-red), juga ada nama-nama lain seperti M Mardiono, anggota Wantimpres yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PPP. Kemudian ada tokoh senior partai seperti Ahmad Muqowwam dan Ahmad Farial. Dari jajaran PPP Jatim, ada yang mengusulkan Bu Khofifah dan Gus Ipul,” ujar Sekjen PPP Arsul Sani, Minggu, 25 Oktober 2020. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar