Ace-Hasan-Syadzily
Ace Hasan Syadzily. (foto: medcom/Whisnu Mardiansyah)

harianpijar.com, JAKARTA – Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur lantaran diduga menghina Nahdlatul Ulama (NU). Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai yang diutarakan Gus Nur memang bertendensi menjelek-jelekkan NU.

“Iya kita harus bedakan mana kritik, mana hal yang memang tendensinya adalah perbuatan tidak menyenangkan pihak lain atau organisasi, apalagi ini organisasi keagamaan,” ujar Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Menurut Ace Hasan Syadzily, apa yang dikatakan Gus Nur memang memiliki tendensi menjelek-jelekkan NU, salah satunya mengungkap terkait ‘penumpang’ NU adalah komunis. Ungkapan itu, kata dia, tidak seharusnya keluar dari seseorang yang mengaku ustaz.

“Nah tindakan melaporkan Gus Nur saya kira bukan tanpa ada bukti ya, dan hak setiap warga NU untuk merasa tidak dihargai jika ada pernyataan yang memang tendensinya adalah menjelek-jelekkan bahwa menyebut NU penumpangnya adalah komunis, sopirnya ugal-ugalan, kan hal-hal semacam ini tidak selayaknya disampaikan oleh orang yang selama ini mengaku sebagai ustaz begitu,” jelas Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Baca juga:   Orator Aksi Mujahid 212 Minta Jokowi Turun, NasDem: Sudah Basi, Bos!

Lebih lanjut, Ace Hasan Syadzily mengatakan seharusnya seluruh pihak bisa tetap saling menghormati dan menghargai meskipun tengah mengkritik seseorang atau suatu organisasi. Menurutnya, jika sudah merendahkan atau menjelekkan, orang itu harus menerima konsekuensinya.

“Saya kira kalau kita berani untuk menyampaikan suatu pendapat, maka harus siap terima konsekuensinya. Jangan dipahami bahwa tindakan Gus Nur benar juga, tindakan itu menurut saya dengan mengatakan ujaran yang tidak terpuji seperti itu ya dia harus siap terima konsekuensinya, tidak pantas saya kira diucapkan seperti itu,” kata Ace Hasan Syadzily.

Baca juga:   Polda Metro Jaya: Senin Akan di Terbitkan Surat Perintah Membawa Rizieq Shihab

Sebagaimana diketahui, Gus Nur ditangkap pada Sabtu, 24 Oktober 2020 dini hari, atas tuduhan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan. Pernyataan Gus Nur tersebut disebarkan dalam akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020.

“Tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan,” ungkap Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Gus Nur dilaporkan oleh Ketua Pengurus NU Cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri kemarin. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020.

Azis Hakim selaku pelapor mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar