Daftar-BPJS-secara-Online

harianpijar.com – Di zaman serba digital seperti sekarang ini, daftar secara online BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan tentu bukan mustahil untuk dilakukan, bahkan cukup dalam waktu 5 menit.

Pasalnya, di era internet, pendaftaran BPJS offline menjadi tidak efektif lagi karena dianggap memakan waktu dan harus mengantre.

Lantas, apa saja yang harus dipersiapkan sebelum daftar BPJS secara online? Ketahui lebih jauh tentang persyaratan dan cara daftarnya pada artikel ini!

Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan secara Online

Cara daftar BPJS Kesehatan online sudah bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Baik melalui website resmi BPJS Kesehatan ataupun melalui aplikasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebelum melakukan pendaftaran, jangan lupa untuk memperhatikan syarat, ketentuan, dan cara pengambilan kartu BPJS-nya.

1. Syarat daftar BPJS Kesehatan

Sebelum mendaftar BPJS Kesehatan secara online dokumen pelengkap juga harus dipersiapkan. Dokumen ini akan mempermudah mengenali indentitas calon pendaftar. Berikut ini syarat dokumen yang harus dipersiapkan:

  • Kartu Keluarga (KK)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • NPWP
  • Nomor Handphone
  • Buku Rekening Tabungan (BNI, BRI atau Mandiri).
  • Foto maksimal 50KB
  • Alamat e-mail aktif.

2. Ketentuan daftar BPJS Kesehatan

Selain syarat, ketentuan cara daftar BPJS Kesehatan secara online juga tidak kalah penting. Ketentuan berarti calon peserta harus siap menerima dan tidak boleh melanggar setelah menjadi peserta BPJS. Adapun ketentuan yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

– Pengguna layanan pendaftaran BPJS kesehatan harus memiliki usia yang cukup secara hukum untuk melaksanakan kewajiban hukum yang mengikat dari setiap kewajiban apapun yang mungkin terjadi akibat penggunaan layanan pendaftaran BPJS kesehatan.

– Mengisi dan memberikan data dengan benar dan dapat dipertanggung jawabkan.

– Mendaftarkan diri dan anggota keluarganya menjadi peserta BPJS kesehatan.

– Membayar iuran setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya.

– Melaporkan perubahan status data peserta dan anggota keluarga, perubahan ini dimaksud untuk perubahan fasilitas kesehatan, susunan keluarga/jumlah peserta, dan anggota keluarga tambahan.

– Menjaga identitas peserta (Kartu BPJS kesehatan atau e-ID) supaya tidak rusak, hilang atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak.

– Melaporkan kehilangan dan kerusakan identitas peserta yang diterbitkan oleh BPJS kesehatan kepada BPJS Kesehatan.

– Menyetujui membayar iuran pertama paling cepat 14 hari kalender dan paling lambat 30 hari kalender setelah menerima virtual account untuk mendapatkan hak dan manfaat jaminan kesehatan.

– Menyetujui mengulang proses pendaftaran apabila kamu belum melakukan pembayaran iuran pertama sampai dengan 30 hari sejak virtual account diterima atau melakukan perubahan data setelah 14 hari sejak virtual account diterima dan belum melakukan pembayaran iuran pertama.

Baca juga:   Menko PMK: Tak Ada Kerja Sama BPJS Kesehatan dengan Asuransi Asal China

– Menyetujui melakukan pencetakan e-ID sebagai identitas peserta.

– Melakukan perubahan susunan keluarga yang dapat dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat.

3. Cara daftar BPJS Kesehatan dari website

  • Buka dan kunjungi situs resmi BPJS Kesehatan di www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/
  • Isi Nomor KK, lalu masukkan kode captcha sesuai gambar yang muncul pada halaman. Setelah itu, klik Inquery kartu keluarga.
  • Akan muncul daftar anggota keluarga secara otomatis. Pada tahap ini, seluruh anggota keluarga akan terpilih, kemudian klik menu Proses Selanjutnya.
  • Muncul tampilan data formulir yang harus dilengkapi. Seperti nomor NPWP, kelurahan/desa, nomor HP, dan alamat tinggal.
  • Centang kolom pernyataan bahwa alamat yang digunakan sesuai dengan alamat yang tertera di KTP.
  • Pilih fasilitas kesehatan (faskes) yang akan digunakan. Cari faskes dengan menggunakan kolom pencarian. Anda bisa memilih Puskesmas, klinik, atau dokter pribadi yang bekerja sama dengan layanan BPJS Kesehatan.
  • Unggah foto dengan ukuran maksimal 50 kb, lalu klik Proses Selanjutnya.
  • Akan muncul formulir data yang harus diisi dengan lengkap. Seperti peserta anggota keluarga, kelas perawatan, nomor rekening bank, nomor HP, dan alamat email.
  • Kemudian ketik kode captcha yang telah disediakan, lalu klik kirim email.
  • Buka e-mail konfirmasi. Jika Anda tidak menemukan e-mail masuk, periksa spam folder atau junk.
  • Klik URL aktivasi pada e-mail dan Anda akan mendapatkan nomor VA (virtual account).
  • Pada tahap ini proses online sudah selesai, Anda tinggal melakukan pembayaran ke bank.
  • Tombol e-ID sudah dapat di download setelah melakukan pembayaran.

4. Cara daftar BPJS Kesehatan dari aplikasi JKN

  • Unduh aplikasi Mobile JKN melalui Play Store atau App Store.
  • Buka aplikasi, pilih menu “DAFTAR”.
  • Pilih “Pendaftaran Peserta Baru” jika belum terdaftar di BPJS.
  • Setujui syarat dan ketentuan yang tertera.
  • Masukkan NIK e-KTP. Kemudian secara otomatis akan muncul informasi mengenai anggota keluarga.
  • Isi semua data keluarga.
  • Pilih fasilitas kesehatan yang diinginkan. Faskes bisa berupa klinik, puskesmas, atau dokter praktek perorangan.
  • Masukkan alamat email aktif untuk mendapatkan kode verifikasi.
  • Buka email, salin kode verifikasi yang telah dikirimkan.
  • Setelah berhasil memasukkan kode verifikasi di aplikasi Mobile JKN, Anda akan mendapatkan nomor virtual account melalui email.
  • Nomor virtual account ini digunakan untuk melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan.
  • Pembayaran bisa dilakukan melalui mobile banking, ATM, kantor pos, atau di berbagai merchant BPJS seperti minimarket dan supermarket.
  • Setelah melakukan pembayaran, artinya Anda sudah terdaftar di BPJS Kesehatan. Kartu BPJS Kesehatan akan tersedia secara virtual di aplikasi Mobile JKN.
Baca juga:   Tak Cuma Bikin Gigi Kuning, Ini Efek Lain dari Kopi pada Gigi

5. Pengambilan kartu BPJS Kesehatan

Jika sudah menyelesaikan cara daftar BPJS kesehatan secara online melalui website ataupun aplikasi JKN, selanjutnya ambil kartu BPJS Kesehatan. Ambil di kantor cabang terdekat untuk mendapatkannya. Ada beberapa persyaratan sebelum mengambilnya, yaitu:

– Mengisi formulir yang disediakan dengan lengkap.

– Membawa 1 lembar fotokopi KTP dan KK, 1 lembar fotokopi KTP atau akta kelahiran bagi peserta yang belum punya, 1 lembar pas foto peserta ukuran 3 x 4.

– Menyiapkan bukti Virtual account / e-ID yang telah dicetak.

– Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan dari bank/PPOB.

Syarat dan Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan secara Online

Dengan bergabung ke BPJS Ketenagakerjaan, maka Anda bisa masuk dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP).

Namun bila Anda beranggapan terlalu ribet mendaftar BPJS Ketenagakerjaan? maka buang jauh-jauh hal itu. Sebab pendaftaran bisa dilalukan secara online, bahkan cukup 5 menit.

Bagi karyawan perusahaan, maka perusahaanlah yang mendaftarkan. Sementara bagi pekerja yang bukan karyawan, tetap bisa mendaftar secara mandiri sebagai pekerja bukan penerima upah (BPU).

Berikut syarat dan cara daftar BPJS Ketenagakerjaan bagi yang bukan karyawan perusahaan:

1. Syarat daftar BPJS Ketenagakerjaan

  • Surat izin usaha dari kelurahan setempat (jika ada).
  • Salinan KTP masing-masing pekerja.
  • Salinan KK / Kartu Keluarga masing-masing pekerja.
  • Pas foto warna masing-masing pekerja ukuran 2×3 sebanyak 1 lembar.

2. Cara daftar BPJS Ketenagakerjaan

  • Kunjungi website BPJS Ketenagakerjaan, yaitu www.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  • Pada pojok kanan atas, pilih menu “Daftarkan Saya”. Disana akan ada tiga pilihan, pilih “Individu (Pekerja BPU).
  • Setelah itu Anda akan diminta untuk mengisi 4 langkah registrasi yakni Informasi Pekerja, Profil Pekerja, Konformasi Pendaftaran, Pembayaran.
  • Bila registrasi selesai, maka proses pendaftran online pun selesai. Setelahnya, Anda hanya tinggal membawa dokumen yang diminta ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat di kota Anda.

Demikian Cara Daftar BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan secara Online yang redaksi harianpijar.com rangkum dari berbagai sumber. Semoga bisa bermanfaat, salam.

BACA JUGA