Saleh-Partaonan-Daulay
Saleh Partaonan Daulay. (foto: detik/Tsarina)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) ikut menanggapi usul Jokowi Mania (JoMan) yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet. Menurut PAN, Jokowi perlu mendengar dan memperhatikan usul tersebut.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Namun usulan dan saran masyarakat perlu didengar dan diperhatikan,” ujar Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay kepada awak media, Jumat, 23 Oktober 2020.

Saleh Partaonan Daulay mengatakan Jokowi memiliki hak prerogatif untuk mereshuffle para menteri. Dirinya yakin Jokowi saat ini sedang melakukan penilaian dan evaluasi terhadap jajaran Kabinet Indonesia Maju.

“Kita harus memberi kesempatan kepada Presiden untuk melakukan evaluasi. Saya yakin Presiden saat ini juga sedang melakukan penilaian. Kita tunggu saja,” ungkapnya.

Saleh Partaonan Daulay juga mendorong agar Jokowi dapat mempercepat proses evaluasi terhadap jajaran kabinet. Menurutnya, dalam situasi pandemi COVID-19, dibutuhkan menteri yang berkinerja baik.

“Walau begitu, saya menyarankan agar Presiden bisa melakukan evaluasi lebih cepat. Sebab, di masa COVID seperti ini, banyak tantangan yang harus dituntaskan. Dibutuhkan menteri-menteri yang berkinerja baik,” sebutnya.

Baca juga:   Fadli Zon Jelaskan Soal Surat Wasiat Prabowo Subianto

Selain itu, dikatakan Saleh Partaonan Daulay, para menteri Jokowi sudah mendapat waktu untuk menunjukkan performa terbaik. Dirinya menilai, jika selama 1 tahun ini para menteri tidak berhasil, memang tidak perlu dipertahankan lagi.

“Lagi pula menteri-menteri ini kan sudah diberi waktu setahun untuk memberikan yang terbaik. Jika ternyata tidak berhasil, itu artinya memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Tetapi, sekali lagi, kita kembalikan kepada Presiden,” kata Saleh Partaonan Daulay.

Namun, Saleh Partaonan Daulay menyarankan relawan Jokowi Mania untuk memberikan usulan dengan menyertakan data valid. Hal ini dimaksudkan agar usulan tidak hanya didasarkan subjektivitas semata.

“Sebaiknya usulan dan saran itu disampaikan dengan dukungan data yang valid. Dengan begitu, apa yang disampaikan bukan berdasarkan ketidaksukaan, tetapi atas dasar fakta yang valid,” pungkasnya.

Sebelumnya, relawan-relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sorotan pada satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Projo menilai Kabinet Indonesia Maju kurang maksimal menangani dampak pandemi virus Corona (COVID-19). Sedangkan kelompok Jokowi Mania (JoMan) ikut bermanuver mendorong agar Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

Baca juga:   Amien Rais: Maksud Kami Bukan Ganti Rezim, tapi People Power yang Enteng-entengan

JoMan memberikan catatan kepada sejumlah menteri yang tidak layak dipertahankan. JoMan menyebut catatan itu datang dari kalangan aktivis ’98.

“Mereka menilai Presiden Jokowi harus mencopot atau merotasi menteri-menteri yang dinilai hanya menjadi beban negatif bagi pemerintahannya,” kata Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari detik, Kamis, 22 Oktober 2020.

Immanuel Ebenezer mengatakan perlunya sejumlah menteri yang dicopot buntut kontroversi omnibus law UU Cipta Kerja. Dirinya menilai para menteri itu gagal mengeksekusi program-program Jokowi.

Hanya saja, JoMan belum mau mengungkap siapa menteri-menteri yang dimaksud. Menurut Immanuel Ebenezer, pihaknya akan menyebut sejumlah nama itu dalam waktu dekat.

“Tunggu tanggal mainnya. Kita akan merilis nama-nama menteri itu secepatnya,” tukasnya. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar