Marwan-Cik-Asan
Marwan Cik Asan. (foto: dok. dpr)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrat menanggapi soal usul Jokowi Mania (JoMan) yang mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan reshuffle terhadap para menteri di Kabinet Indonesia Maju. Partai Demokrat menilai usulan tersebut sah-sah saja.

“Saya pikir terkait usul reshuffle kabinet dari pendukung Jokowi, sah-sah saja,” ujar Waketum Partai Demokrat Marwan Cik Asan kepada awak media, Jumat, 23 Oktober 2020.

Marwan Cik Asan lalu menyandingkan penilaian JoMan dengan hasil Survei Litbang Kompas. Khususnya, terkait survei yang mengungkapkan lebih banyak publik tidak puas terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin selama setahun terakhir.

“Apalagi hasil survei Litbang Kompas yang cukup kredibel menunjukan tingkat ketidakpuasan lebih tinggi daripada yang puas,” sebutnya.

Meski begitu, Marwan Cik Asan mengatakan keputusan untuk melakukan reshuffle adalah hak prerogatif Jokowi. Partainya, kata dia, akan menunggu keputusan dari Jokowi.

Baca juga:   Prabowo Bilang 'Siap Bantu' Jokowi, Gerindra: Jangan Diartikan Kami Masuk Kabinet

“Tapi itu kembali lagi ke presiden. Karena beliau kan ada hak prerogatif untuk menentukan perlu tidaknya reshuffle kabinet. Karena kami bukan bagian dari koalisi pemerintah tentu kami nanti akan melihat saja keputusan akhir Presiden Jokowi,” kata Marwan Cik Asan.

Selain itu, Marwan Cik Asan juga mengingatkan agar pemerintahan Jokowi tidak gagal fokus. Dirinya mendesak agar pemerintah lebih memprioritaskan kesehatan.

“Hanya kami mengingatkan kembali dari awal pandemi agar pemerintah tidak gagal fokus prioritas utamanya kesehatan, keselamatan rakyat kemudian pemulihan ekonomi nasional,” ujar Marwan Cik Asan.

Sebelumnya, dua kelompok relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sorotan pada satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Projo menilai Kabinet Indonesia Maju kurang maksimal menangani dampak pandemi virus Corona (COVID-19). Sedangkan kelompok Jokowi Mania (JoMan) ikut bermanuver mendorong agar Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

Baca juga:   Tanggapi Permadi yang Bicara Pelengseran Jokowi, Begini Kata Ngabalin

JoMan memberikan catatan kepada sejumlah menteri yang tidak layak dipertahankan. JoMan menyebut catatan itu datang dari kalangan aktivis ’98.

“Mereka menilai Presiden Jokowi harus mencopot atau merotasi menteri-menteri yang dinilai hanya menjadi beban negatif bagi pemerintahannya,” kata Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari detik, Kamis, 22 Oktober 2020.

Immanuel Ebenezer mengatakan perlunya sejumlah menteri yang dicopot buntut kontroversi omnibus law UU Cipta Kerja. Dirinya menilai para menteri itu gagal mengeksekusi program-program Jokowi.

Hanya saja, JoMan belum mau mengungkap siapa menteri-menteri yang dimaksud. Menurut Immanuel Ebenezer, pihaknya akan menyebut sejumlah nama itu dalam waktu dekat.

“Tunggu tanggal mainnya. Kita akan merilis nama-nama menteri itu secepatnya,” pungkasnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar