Habiburokhman
Habiburokhman. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit, tengah dihantam isu sebagai keturunan PKI. Terkait hal itu, Partai Gerindra yang mendukung Nasrul Abit di Pilgub Sumbar, membentuk tim guna mengusut siapa dalang di balik isu tersebut.

“Ya, tim kami sedang bekerja,” ujar Waketum Partai Gerindra Habiburokhman kepada awak media, Kamis, 22 Oktober 2020.

Meski demikian, Habiburokhman tak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai tokoh yang memainkan isu PKI terhadap Nasrul Abit. Partainya, kata dia, sedang mencari informasi terkait hal itu.

“Saya nggak mau berspekulasi terlalu dini. Saat ini tim kami sedang mencari info detail,” kata Habiburokhman.

Baca juga:   Resmi Dibubarkan, Jokowi Ucapkan Terima Kasih ke Pengurus dan Anggota TKN

“Saya nggak mau nuduh dulu, tunggu saja hasil kerja tim kami,” tambahnya.

Menurut Habiburokhman, isu PKI terhadap Nasrul Abit ini merupakan fitnah yang keji. Dirinya menegaskan bahwa isu itu tidak benar.

“Jelas itu fitnah keji, dan tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habiburokhman mengatakan partainya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Nantinya, hasil pengusutan yang dilakukan timnya terkait isu PKI yang menerpa Nasrul Abit akan dilaporkan ke polisi.

“Hasil penelitian kami akan kami sampaikan kepada pihak berwajib. Soal penerapan pasal, itu kan kewenangan penyidik. Kami mencari fakta-fakta hukum dan melaporkannya,” ujar Habiburokhman.

Baca juga:   Tanggapi Andi Arief yang Singgung 'Dendam' Megawati, Begini Kata PDIP

Sebelumnya, calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit diterpa isu sebagai keturunan PKI. Nasrul Abit sendiri membantah dan menyertakan bukti terkait isu miring yang ditujukan kepadanya.

“Anak PKI dari mana?” kata Nasrul Abit dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Oktober 2020.

Nasrul Abit mengatakan tuduhan anak PKI bukan merupakan hal yang masuk akal karena awal mula kariernya sebagai PNS di Lampung. Dirinya menjelaskan, pada 1970-an, mustahil seorang yang punya garis keturunan PKI bisa lolos seleksi PNS karena masa itu merupakan masa Orde Baru. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar