Fadli-Zon
Fadli Zon. (foto: Rayapos/Galuh Ratnatika)

harianpijar.com, JAKARTA – Waketum Partai Gerindra yang juga anggota Komisi I DPR, Fadli Zon, menilai pemberian nama jalan dengan nama Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) sebagai hal yang biasa. Dirinya justru mewanti-wanti satu hal ke Jokowi terkait hubungan diplomatik Israel-Bahrain.

“Menurut saya itu hal yang biasa dan mengingat tentu hubungan baik kedua negara. Tentu halnya dulu soekarno dipakai di beberapa jalan, soeharto juga dipakai mungkin juga presiden yang itu menunjukkan sebuah gestur politik hubungan baik,” ujar Fadli Zon saat dihubungi, Selasa, 20 Oktober 2020.

Fadli Zon berharap pemberian nama jalan itu bukan sebagai iming-iming agar Indonesia mengikuti sikap UEA terkait normalisasi Israel. Dirinya meminta pemerintah Indonesia tetap teguh pada pendirian dan komitmen soal Palestina.

Baca juga:   Ketua KPK: Semoga Presiden Segera Ambil Langkah Penyelamatan

“Karena UEA baru-baru ini menandatangani normalisasi dengan Israel bersama Bahrain dan beberapa negara di sekitar teluk yang dikritisi oleh negara lain. Jangan sampai ada iming-iming supaya mengikuti jejaknya, karena itu akan ditentang seluruh rakyat Indonesia. Karena kita punya komitmen soal Palestina karena bagian dari perjuangan politik luar negeri kita,” kata Fadli Zon.

Seperti diketahui, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) meresmikan nama Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. Peresmian nama jalan itu sebagai bentuk penghormatan pemerintah UEA kepada Jokowi dalam memajukan hubungan bilateral antara RI dan UEA.

Baca juga:   SBY Dinilai Playing Victim, Demokrat: Coba Bung Pangi yang Difitnah!

Peresmian nama Jalan Presiden Joko Widodo ini digelar pada Senin, 19 Oktober 2020, pukul 16.45 waktu setempat oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Syekh Khalid bin Mohammed bin Zayed al-Nahyan.

Jalan Presiden Joko Widodo yang diresmikan itu berada di salah satu ruas jalan utama, yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik.

Sebelum diubah menjadi Jalan Presiden Joko Widodo, nama jalan itu Al Ma’arid Street, yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti ekshibisi atau pameran. Jalan itu menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar