Hendrawan-Supratikno
Hendrawan Supratikno. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Hasil survei Litbang Kompas menyebutkan banyak responden tidak puas terhadap kinerja Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di setahun kepemimpinannya. Menanggapi hal itu, politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno ungkit soal pandemi virus Corona (COVID-19) yang berdampak pada masalah ekonomi.

“Survei dengan metodologi keilmuan yang tepat dan akurat, hasilnya harus kita terima dengan kebesaran hati,” ujar Hendrawan Supratikno kepada awak media, Selasa, 20 Oktober 2020.

Hendrawan Supratikno menilai hasil survei itu menunjukkan 3 hal terkait pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurutnya, masyarakat saat ini terpukul dengan adanya perlambatan di bidang ekonomi akibat pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi.

“Pertama, masyarakat sangat terpukul dengan perlambatan ekonomi karena pandemi dan resesi,” ucapnya.

Selanjutnya, dikatakan Hendrawan Supratikno, sosialisasi dan efektivitas dari program kerja Jokowi-Ma’ruf Amin masih dinilai belum berjalan optimal. Dirinya menyebut koordinasi dan birokrasi yang ruwet juga masih menjadi beban dalam pemerintahan Jokowi.

Baca juga:   PKS Nilai Usul Demokrat agar Koalisi Dibubarkan Kurang Bijak

“Kedua, sosialisasi dan efektivitas program-program kerja Pemerintahan Jokowi belum optimal. Sering disebut, koordinasi dan birokrasi yang ruwet sering menjadi beban,” kata Hendrawan Supratikno.

Terakhir, Hendrawan Supratikno menyoroti hubungan antara terobosan pemerintah dan harapan masyarakat. Menurutnya, hasil survei itu masih menunjukkan bahwa belum ada terobosan penting yang membawa harapan riil kepada masyarakat.

“Ketiga, belum terlihat jelas terobosan-terobosan penting yang membawa harapan riil kepada masyarakat luas,” tuturnya.

Terlepas dari hal itu, Hendrawan Supratikno menilai masyarakat telah dibombardir dengan pemberitaan yang bernuansa buruk. Menurutnya, harus ada penjelasan yang kredibel dari pemerintah agar dapat mengembalikan kepercayaan publik.

“Masyarakat dibombardir dengan pemberitaan yang nuansanya buruk, dari regulasi yang dipersepsi menguntungkan ego kapital, sampai kenaikan jumlah utang yang spektakuler,” kata Hendrawan Supratikno.

“Harus ada penjelasan yang gamblang dan kredibel untuk mengembalikan rasa percaya masyarakat bahwa pemerintahan ini tetap di rel yang benar (on the right track) dan kredibel,” imbuhnya.

Baca juga:   7 Menteri Dapat Sentimen Negatif Versi INDEF, PAN: Saatnya Presiden Mengevaluasi

Sebelumnya, Litbang Kompas merilis survei dengan hasil lebih banyak responden yang tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Ma’ruf Amin.

Survei itu dilakukan melalui telepon pada 14-16 Oktober 2020 terhadap 529 responden di 80 kota/kabupaten di 34 provinsi. Jumlah responden ditentukan secara proporsional dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,3 persen.

Responden ditanya ‘Secara umum, puas atau tidakkah Anda dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin satu tahun terakhir ini?’ Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:

Sangat puas: 5,5 persen
Puas: 39,7 persen
Tidak puas: 46,3 persen
Sangat tidak puas: 6,2 persen
Tidak tahu: 2,3 persen

Jika dikelompokkan, berarti ada 45,2 persen responden yang puas terhadap kinerja Jokowi-Ma’ruf Amin dan 52,5 persen tidak puas. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar