Demo-Omnibus-Law-di-Bandung
Demonstrasi Omnibus Law di Bandung. (foto: detik/Yudha Maulana)

harianpijar.com, JAKARTA – Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jabar berkaitan demo Omnibus Law yang berakhir ricuh belum lama ini. Dari hasil pemeriksaan diketahui KAMI mengumpulkan uang hingga belasan juta untuk membantu demonstran.

Hal itu terungkap setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar memeriksa saksi berinisial L yang menjabat sebagai bendahara. Berdasarkan keterangan L, para relawan KAMI mengumpulkan sumbangan hingga nilainya mencapai Rp 12 juta.

“Menurut keterangan saksi L, yang terkumpul dari sumbangan sebanyak Rp 12 juta,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi kepada awak media, Minggu, 18 Oktober 2020.

Uang tersebut dibelanjakan keperluan logistik berupa air mineral dan nasi bungkus. Logistik itu kemudian diberikan kepada para demonstran yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar.

Baca juga:   Bebas dari Tahanan, Begini Kata YouTuber Ferdian Paleka

“Untuk dibelikan air mineral dan nasi bungkus,” kata CH Patoppoi.

Sementara itu, berdasarkan rilis yang diterima, Presidium KAMI Sofyan Sjahril mengatakan memang ada sumbangan dari relawan KAMI untuk memberikan bantuan logistik kepada pendemo. Hal itu sesuai maklumat nomor 3 yang dikeluarkan oleh KAMI tertanggal 7 Oktober 2020.

“(Maklumat) berisi untuk berpartisipasi pada unjuk rasa buruh dan mahasiswa yang menolak UU Cipta Kerja, untuk mengambil peran dukungan logistik dan kesehatan, bantuan transportasi dan evakuasi apabila terjadi hal-hal yang membutuhkan mobilitas tinggi untuk tindakan pertolongan pertama,” jelas Sofyan Sjahril.

Sebagaimana diketahui, seorang anggota polisi berpakaian preman, Brigadir A, disekap dan dianiaya demonstran ricuh saat demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Brigadir A dianiaya menggunakan sekop dan batu.

“Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin, 12 Oktober 2020.

Baca juga:   Demokrat Bantah Tudingan Jadi Pendana atau Dalang Demo Tolak Omnibus Law

Erdi A Chaniago mengungkapkan polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan penelusuran. Polisi lalu mendapati Brigadir A dianiaya di sebuah bangunan di Jalan Sultan Agung.

Polisi kemudian menangkap 7 orang yang selanjutnya dijadikan tersangka. Dari 7 orang itu, 3 orang di antaranya ditahan. Ketiganya yakni DR, DH dan CH.

“Tiga orang tersangka ditahan dan empat orangnya tetap berstatus tersangka,” kata Erdi A Chaniago.

Di sisi lain, KAMI Jabar melalui Koordinator Lapangan Robby Win Kadir menyatakan ketiga orang yang diamankan tersebut merupakan simpatisan KAMI.

“Dia simpatisan, tapi anggota KAMI ini bisa dalam bentuk organisasi atau perorangan yang bersimpati terhadap KAMI dalam rangka kegiatan-kegiatan penyelamatan bangsa dan kemanusiaan. Itu simpatisan,” pungkas Robby Win Kadir. (msy/det)

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar