Ahmad-Yani
Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani. (foto: VIVA/Syaefullah)

harianpijar.com, JAKARTA – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menepis kabar bahwa ada 8 orang anggota KAMI yang ditangkap Bareskrim Polri. Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengatakan dari 8 orang tersebut, hanya 3 yang merupakan bagian dari KAMI dan 1 orang jejaring.

“Jadi kalau selama ini di-framing, seolah-olah ada 8 tokoh KAMI. KAMI luruskan, tidak benar. Satu memang ada jejaring KAMI dari Kota Medan,” ujar Ahmad Yani di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

Baca juga:   Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir Diperiksa Bareskrim 9 Jam Dengan 37 Pertanyaan

Sedangkan 4 orang sisanya, Ahmad Yani menyebut belum diketahui statusnya. Pihaknya, kata dia, masih belum mengetahui apakah keempat orang yang juga ditangkap itu bagian dari KAMI atau masyarakat biasa.

“Dua, tiga, empat, kami belum tahu apa dia jejaring KAMI atau bagian masyarakat,” kata Ahmad Yani.

Sebagaimana diketahui, Bareskrim Polri menangkap 8 orang yang disebut sebagai petinggi dan anggota KAMI. Penangkapan itu dilakukan di Medan dan Jakarta.

Baca juga:   Polisi Sita Laptop hingga Baju dari Rumah Gus Nur di Malang

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono memerinci identitas 8 orang tersebut. Awi Setiyono mengungkapkan bahwa 4 orang berasal dari KAMI Medan dan 4 orang dari KAMI Jakarta.

“Medan KAMI: Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta: Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur, Kingkin,” ujar Awi Setiyono saat dimintai konfirmasi.

Meski demikian, Awi Setiyono tidak menyebut penyebab kedelapan orang itu ditangkap. Menurutnya, Bareskrim Polri akan merilisnya nanti. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar