Arsul-Sani
Arsul Sani.

harianpijar.com, JAKARTA – Polri menetapkan tiga petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yakni Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana, sebagai tersangka. Terkait hal itu, PPP meminta agar hak ketiga orang tersebut dipenuhi.

“Kalau (mereka) sudah ditetapkan jadi tersangka, PPP meminta agar hak-hak mereka untuk bisa membela diri diberikan, antara lain hak didampingi penasihat hukum,” ujar Sekjen PPP Arsul Sani kepada awak media, Rabu, 14 Oktober 2020.

Arsul Sani mengatakan PPP berharap proses peradilan ketiga tersangka dilakukan secara adil dan sesuai fakta.

“Selanjutnya, PPP melihat agar nanti pengadilan bisa melihat kasus mereka dengan cermat, fair, dan tentu sesuai dengan fakta dan alat buktinya,” sebutnya.

Baca juga:   Sakit, Sekjen PA 212 Ajukan Penangguhan Penahanan

Ketiganya diketahui termasuk dari 8 anggota KAMI yang ditangkap polisi kemarin. PPP meminta polisi memperjelas status anggota KAMI lainnya.

“PPP minta agar setelah 24 jam sejak masa penangkapan, polisi memperjelas status semua yang telah ditangkap itu, dan ini seyogianya juga dilakukan terhadap semua tindakan penangkapan, terhadap mereka yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap Pasal 27 atau 28 UU ITE,” kata Arsul Sani.

“Jika Polri hanya responsif saja menindaklanjuti laporan polisi dengan melakukan penangkapan dalam hitungan jam, tetapi kemudian melepasnya tanpa ada proses hukum selanjutnya, maka kesan bahwa penegakan hukum terkait dengan dugaan pelanggaran terhadap UU ITE ini sewenang-wenang tidak akan bisa dihindari,” tambahnya.

Baca juga:   Kejari Jakarta Utara: Ahok Akan Dipindah Ke LP Cipinang Jika Tidak Ada Perubahan

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap 8 tokoh KAMI terkait unjuk rasa penolakan omnibus law UU Cipta Kerja. 3 dari 8 orang tersebut, yakni Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat, telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah ditahan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

“Namanya sudah ditahan, sudah jadi tersangka,” terangnya. (msy/det)

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar