Argo-Yuwono
Irjen Argo Yuwono.

harianpijar.com, JAKARTA – Pihak kepolisian menangkap seorang perempuan berinisial VE di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). VE ditetapkan sebagai tersangka atas penyebaran berita bohong atau hoax mengenai omnibus law UU Cipta Kerja.

“Dengan adanya hoax yang beredar kemudian dari tim dari Cyber Crime Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Slamet Uliandi dan tim ya akhirnya melakukan pelacakan, melakukan penyelidikan akhirnya menemukan, oh ternyata hoax ini ada yang ngupload, jadi setelah kita cek adalah berada di Sulawesi Selatan, di daerah Makassar, lokasinya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di kantornya, Jumat, 9 Oktober 2020.

Baca juga:   Terkait Soal SMS Ancaman Hary Tanoesoedibjo, Polisi Periksa Jaksa Yulianto

Argo Yuwono mengatakan tim Cyber Crime Bareskrim Polri menangkap VE di Makassar pada Kamis, 8 Oktober 2020. Penyebaran hoax itu dilakukan melalui akun Twitter VE, @videlyae.

“Dan kita menemukan adanya seorang perempuan yang melakukan, diduga melakukan penyebaran yang tidak benar, itu ada di Twitter-nya @videlyae,” jelas Argo Yuwono.

“Seorang perempuan ini berinisial VE, itu umurnya 36 tahun warga di Kota Makassar, jadi setelah kita lakukan penangkapan di sana kita bawa ke Jakarta, kemudian kita lakukan pemeriksaan. Jadi dari hasil pemeriksaan, memang benar yang bersangkutan melakukan postingan, menyiarkan berita bohong di akun Twitter-nya yang menyebabkan ada keonaran di sana itu,” tambahnya.

Baca juga:   Setelah Lima Hari Menghilang, Miryam S Haryani Akhirnya Ditahan KPK

Akibat perbuatannya itu VE dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Adapun ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar