Fadli-Zon
Fadli Zon. (foto: instagram/fadlizon)

harianpijar.com, JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, meminta maaf lantaran merasa powerless atau tak memiliki daya mencegah pengesahan UU Cipta Kerja (UU Ciptaker). Terkait hal itu, Partai Gerindra memastikan sudah menampung aspirasi rakyat.

“Walau saya bukan anggota Baleg, saya pastikan perjuangan Gerindra menampung dan mengakomodir aspirasi rakyat sudah maksimal,” ujar Waketum Partai Gerindra Habiburokhman kepada awak media, Rabu, 7 Oktober 2020.

Habiburokhman mengaku menghormati komentar Fadli Zon. Dirinya tak ingin memberikan komentar lebih jauh terkait pernyataan Fadli Zon.

“Saya nggak bisa mengomentari senior saya sendiri, saya menghormati beliau,” ungkapnya.

Baca juga:   Tepis Pernyataan Eggi, Gerindra Sebut Solidaritas Menangkan Prabowo Tidak Ada

Selaku anggota Dewan, Habiburokhman siap memberikan penjelasan tentang UU Ciptaker terhadap masyarakat yang kecewa atas kehadiran UU tersebut.

“Saya pribadi nggak mau cuci tangan. Kalau masyarakat kecewa, akan kami respons dengan penjelasan,” kata Habiburokhman.

Sebelumnya, Fadli Zon mengkritik pengesahan UU Ciptaker. Sebagai anggota DPR, Fadli Zon mengaku powerless atau tak memiliki daya untuk mencegah pengesahan UU tersebut.

“Sebagai anggota DPR, saya termasuk yang tak dapat mencegah disahkannya UU ini. Selain bukan anggota Baleg, saya termasuk yang terkejut adanya pemajuan jadwal sidang paripurna kemarin, sekaligus mempercepat masa reses. Ini bukan apologi, tapi realitas dari konfigurasi politik yang ada. Saya mohon maaf,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya.

Baca juga:   Ketua DPR RI: Diminta Wacana Pemindahan Ibu Kota Dievaluasi Detail

Menurut Fadli Zon, semangat UU Cipta Kerja ini baik. Namun, kata dia, sedari awal berpandangan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. Disebutnya tidak tepat waktu karena negara berada di tengah-tengah pandemi.

Fadli Zon juga melihat omnibus law bisa menjadi preseden buruk bagi demokrasi. Beberapa alasan Fadli Zon mengatakan hal ini pertama, menurutnya, omnibus law membuat parlemen kurang berdaya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar