Ahmad-Yani
Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani. (foto: VIVA/Syaefullah)

harianpijar.com, JAKARTA – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mengklaim mendapat dukungan dari purnawirawan TNI. Menurut Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani, dukungan itu diberikan lantaran ada kesamaan visi-misi.

“Mereka pendek sekali pernyataannya purnawirawan itu. Menyatakan sikap politik mereka memberikan dukungan penuh karena memiliki kesamaan misi-visi dan kesamaan apa yang akan dibangun oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, jadi memberikan dukungan ke KAMI,” ujar Ahmad Yani kepada awak media, Rabu, 30 September 2020.

Ahmad Yani mengungkapkan pernyataan sikap itu disampaikan sejumlah purnawirawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Pernyataan sikap disampaikan usai para purnawirawan melakukan tabur bunga di makam pahlawan.

Ahmad Yani mengatakan datang ke acara tersebut. Dirinya menuturkan Gatot Nurmantyo juga turut hadir dalam acara tersebut sebagai mantan Panglima TNI.

Baca juga:   Soal Jabatan Wakil Menteri, Hasto: Serahkan ke Ahli dan Bukan Titipan Partai

“Setelah acara itu selesai, ternyata kelompok purnawirawan ini menggelar ada pernyataan sikap. Waktu pernyataan sikap itu memang banyak wartawan mengerubuti itu, tapi Gugus COVID tetap mengingatkan jaga jarak, jangan ada kerumunan,” sebutnya.

Menurut Ahmad Yani, ada sejumlah purnawirawan yang hadir. Dirinya mengatakan acara tersebut memang rutin digelar untuk memperingati peristiwa G30S/PKI.

“Jadi acara itu bukan acara Pak Gatot. Acara purnawirawan TNI, Pak Gatot kebetulan diundang karena purnawirawan. Yang pimpin acara tadi Letjen (Purn) Marinir Soeharto. Tadi saya lihat juga ada Letjen (Purn) Slamet Subianto, terus ada juga Mayjen (Purn) Sunarko. Ada banyaklah, ada jenderal penuh bintang empat, bintang tiga, bintang satu, terus ada juga kombes, ada banyak sekali,” kata Ahmad Yani.

Baca juga:   Gatot Jadi Deklarator KAMI, Arief Poyuono: Jenderal Kembalilah!

Sebelumnya, acara itu digekar oleh massa Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN). Sempat terjadi kericuhan seusai acara tabur bunga di TMP Kalibata tersebut.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengatakan kericuhan terjadi sesaat setelah Gatot Nurmantyo dan massa purnawirawan melakukan tabur bunga di TMP Kalibata.

“Tadi ada acara tabur bunga dari purnawirawan dan pada saat sudah selesai dan mau pulang ada kelompok yang datang orasi,” terang Budi Sartono kepada awak media, Rabu, 30 September 2020. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar