Gatot-Nurmantyo
Gatot Nurmantyo menghadiri acara KAMI di Surabaya. (foto: detik/Deny Prastyo Utomo)

harianpijar.com, SOLO – Acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya yang dihadiri Gatot Nurmantyo dihentikan oleh pihak kepolisian dengan alasan protokol kesehatan COVID-19. Terkait hal itu, Ketua Presidium KAMI Jawa Tengah (Jateng) Mudrick Sangidu meminta polisi berlaku adil.

“Kalau acara KAMI disetop karena protokol kesehatan, acara lain (yang menimbulkan keramaian) juga harus dilarang (Polri), termasuk yang demo itu,” ujar Mudrick Sangidu kepada detik, Selasa, 29 September 2020.

Pasalnya, Mudrick Sangidu melihat kelompok Surabaya Adalah Kita yang melakukan penolakan terhadap acara KAMI itu juga menimbulkan keramaian. Menurutnya, jika beralasan protokol kesehatan, seharusnya acara apapun yang menimbulkan keramaian juga harus dibubarkan.

Terkait KAMI, Mudrick Sangidu mengatakan kepolisian dan masyarakat tidak perlu khawatir. Dirinya menegaskan bahwa KAMI adalah gerakan moral dan tidak berniat untuk makar.

“KAMI ini kan gerakan moral. Melihat kapal yang sudah oleng ini kita ingin menyelamatkan lewat gerakan moral. Kami tidak melakukan makar,” sebutnya.

Meski demikian, Mudrick Sangidu tidak khawatir kejadian penghentian juga terjadi di Jateng, khususnya di Solo yang merupakan tempat dideklarasikannya KAMI Jateng-DIY. Dirinya menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian.

Baca juga:   Panglima TNI: Sel-Sel ISIS Ada di Indonesia Dapat Mudah Bangkit Apabila Tidak Diantisipasi

“Kami selalu berkomunikasi dengan Pak Kapolres kalau membuat acara. Intinya tidak masalah selama menjaga protokol kesehatan, jaga jarak, parkir jangan terlalu dekat,” kata Mudrick Sangidu.

Seperti diketahui, acara KAMI yang dihentikan itu sedianya digelar di Gedung Juang 45 Surabaya. Akhirnya Gatot Nurmantyo, yang menghadiri acara tersebut, diminta berpidato di Graha Jabal Nur, Jambangan, Surabaya.

Acara itu mendapat penolakan dari beberapa kelompok yang berunjuk rasa. Polisi akhirnya memediasi dan meminta acara dihentikan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan pihaknya membubarkan acara KAMI karena terkait pandemi COVID-19. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat untuk menghindari kerumunan massa.

“Kelompok aliansi yang tadi berkumpul itu kita lakukan proses penghentian kegiatannya. Tergabung di dalam kelompok gugus tugas. Karena kita tahu betul situasi saat ini kan Jatim masuk bagian perhatian secara nasional untuk pandemi COVID-19. Dalam penggeloraan kegiatannya, Jatim sedang menggelorakan kegiatan sosialisasi, edukasi preventif sampai dengan operasi yustisi, dengan penindakan dan penegakan hukum terkait kerumunan,” terang Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin, 28 September 2020.

Baca juga:   Presiden Jokowi Tunjuk Gibran Jadi Jubir Pernikahan Kahiyang

Menurut Trunoyudo Wisnu Andiko, acara KAMI ini sebenarnya tidak mendapatkan izin. Pihak KAMI baru meminta izin ke polisi dua hari sebelum acara. Padahal, untuk acara dengan cakupan nasional, perizinan harus minimal 21 hari.

“Mengacu kepada Aturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2017 pada Pasal 5 dan Pasal 6 ini, harus ada pemberitahuan siapa pejabat yang berwenang mengeluarkan izin. Dalam aturan Pasal 6 terkait kegiatan yang sifatnya lokal harus sudah dimintakan perizinan. Kalau yang bersifat nasional pada salah satu daerah harus 21 hari sebelumnya,” kata Trunoyudo Wisnu Andiko.

“Kita ketahui dari beberapa yang kita lihat, surat administrasi, pemberitahuan itu baru diberikan tanggal 26 September 2020. Atau tepatnya baru 2 hari yang lalu, Hari Sabtu,” tambahnya. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar