Fahri-Hamzah
Fahri Hamzah menghadiri deklarasi dukungan Partai Gelora kepada Bobby Nasution-Aulia Rahman di Pilkada Kota Medan. (foto: detik/Datuk Haris Molana)

harianpijar.com, MEDAN – Waketum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menghadiri deklarasi dukungan Partai Gelora Kota Medan kepada Bobby Nasution-Aulia Rahman. Fahri Hamzah pun memberi wejangan ke pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan tersebut.

“Saya tidak sempat belajar tentang dinamika di Kota Medan dan juga khususnya kiprah daripada Mas Bobby dan Bang Aulia. Tapi begitu saya melihat pidatonya tadi, menurut saya ini kolaborasi yang sempurna. Tenang saya melihat tadi kolaborasinya. Kayaknya perjodohannya itu mantap sekali,” ujar Fahri Hamzah dalam sambutannya di Hotel Grand Aston, Kota Medan, Jumat, 25 September 2020 malam.

Menurut Fahri Hamzah, perjodohan seperti itu perlu. Agar, orang dalam pilkada tidak serta merta memilih pasangannya.

“Supaya juga orang dalam pilkada ini perjodohannya itu gak apa namanya itu, kawin paksa,” ucapnya.

Fahri Hamzah juga menangkap pembicaraan yang disampaikan Aulia Rahman dalam sambutannya. Dirinya menilai Aulia Rahman mampu menggaet masyarakat untuk bersatu dan tidak terkotak-kotak.

Baca juga:   Kasus E-KTP, Fahri Hamzah Minta dan Tantang KPK Ungkap Nama 14 Anggota DPR Yang Kembalikan Uang

“Saya menangkap apa yang dimaknakan oleh Bang Aulia, dan saya meyakini dari gesture dan cara beliau berbicara, beliau akan sanggup untuk menjelaskan kepada semua kekuatan, hei jangan lagi terjebak kalian kepada kotak-kotak yang bukan kita yang membuat, mari sekarang kita bersatu, kita korbankan pikiran-pikiran besar untuk mengumpulkan sejarah yang dimiliki orang-orang yang ada di kota ini. Sehingga dengan kekuatan dan kebesaran masa lalu kita, kekuatan orang-orang yang ada sekarang dan mimpi kita di masa depan, kita tidak saja akan menjadikan kota ini sekedar sebagai lembaga sejarah, tapi kota yang yang menyusun imajinasi tentang masa depan Indonesia,” kata Fahri Hamzah.

Lebih lanjut, dikatakan Fahri Hamzah, di tanah Melayu ini diajarkan bahasa, sejarah, dan budaya, yang kemudian menjadi akar bahasa dan budaya Indonesia. Karena Melayu menguasai pesisir-pesisir di Sumatera Utara ini.

Baca juga:   Pastikan Garbi Akan Jadi Parpol, Fahri Hamzah: Kami Dapatkan Aspirasi Kuat

“Jadi harusnya dari sini kita berani untuk mencerahkan seluruh anak bangsa kita, Medan itu harus menjadi kota yang wajib dikunjungi seluruh anak bangsa Indonesia dan sebesar itulah beban yang harus ditampung Kota Medan ini, sehingga imajinasi yang kita tetapkan di sini adalah imajinasi besar,” ungkap Fahri Hamzah.

“Saya yakin dan sangat menyenangi tadi yang dijadikan pilihan kolaborasi, jantung dari demokrasi kita adalah kolaborasi, setiap orang harus ada dalam hak masing-masing. Dan kolaborasi itu bapak ibu sekalian tidak memerlukan orang yang datang dengan simbol relatif, yang hanya bisa berbicara tapi dia tidak bisa merakit kekuatan yang ada. Kolaborasi itu adalah kosakata zaman sekarang, zaman yang nafas dan jiwanya adalah demokrasi,” imbuhnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar