Arwani-Thomafi
Arwani Thomafi. (foto: dok. detak)

harianpijar.com, JAKARTA – Waketum Partai Gerindra Fadli Zon mengusulkan gagasan pergantian nama provinsi Sumatera Barat menjadi Minangkabau. Menanggapi hal itu, PPP menyebut keberagaman suku di setiap daerah tidak harus menjadi label ataupun nama suatu provinsi.

“Kita punya keragaman kebhinekaan dan itu kita bangga dengan kekayaan suku bangsa kita tetapi itu tidak harus selalu menjadi label, penamaan untuk wilayah administratif kita, penamaan untuk provinsi, penamaan untuk kabupaten kota. Tidak harus seperti itu,” ujar Waketum PPP Arwani Thomafi kepada awak media, Kamis, 24 September 2020.

Arwani Thomafi mengungkapkan penamaan yang ada saat ini sudah cukup untuk mencerminkan keragamaan yang ada di Indonesia. Menurutnya, tidak harus menggunakan nama suku sebagai nama provinsi.

“Apa yang sudah ada sekarang ini, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dengan melihat geografis letak pulau sebenarnya sudah cukup memberikan satu pemahaman ya bahwa kita punya kekayaaan, keragaman,” kata Arwani Thomafi.

Baca juga:   Prabowo Gencar Bertemu Pimpinan Parpol KIK, Puan: Bukan Manuver tapi Silaturahmi

“Tanpa harus menyebut provinsi ini sukunya apa. Misalnya provinsi Jawa Madura. Jawa Mataram atau Jawa Yogyakarta, nggak seperti itu, Jawa Solo, atau Jawa Sunda. Itu tidak harus seperti itu. Jadi ada Jawa Barat, Jawa Tengah, ada Kalimantan Barat, Selatan. Sulawasi Selatan, Sumbar,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menilai hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah memaksimalkan potensi dari setiap daerah. Khususnya, terkait bagaimana pemerintah bisa meningkatkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan rakyat.

“Saya kira yang perlu diutamakan saat ini adalah bagaimana kita dapat memaksimalkan potensi daerah melalui pemerintahan provinsi, melalui pemerintahan kabupaten kota, itu bersama-sama meningkatkan pelayanan publik, meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat, dan memanfaatkan sumber daya alam untuk masyarakat kita,” pungkas Arwani Thomafi.

Sebagaimana diketahui, Fadli Zon mengusulkan gagasan pergantian nama provinsi Sumbar menjadi provinsi Minangkabau. Fadli Zon menuturkan bahwa wacana perubahan nama Sumbar menjadi provinsi Minangkabau bukan hal baru.

Baca juga:   Gerindra Tak Masalah Jika Kembali Jadi Oposisi di Pemerintahan Jokowi

Fadli Zon, yang merupakan keturunan Minang, setuju nama Sumbar itu diganti. Apalagi, menurutnya, kondisi saat ini sangat relevan.

“Nama ‘Minangkabau’ memang jauh lebih tepat dipakai jika ditinjau dari sisi sejarah dan kebudayaan. Apalagi, secara demografis, 88,35 persen masyarakat yang hidup di Sumatera Barat memang berasal dari etnis Minangkabau,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 September 2020.

“Usulan perubahan tersebut bukan didorong sentimen etnisitas yang dangkal. Kita tahu, nama Aceh, Papua, atau Bali, juga sejak lama telah digunakan sebagai nama provinsi. Dan itu ada hubungannya dengan keistimewaan sejarah, budaya, dan identitas yang melekat pada etnis bersangkutan. Saya menilai, masyarakat Minangkabau juga layak mendapatkan kehormatan serupa itu,” imbuhnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar