Hendrawan-Supratikno
Hendrawan Supratikno. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengangkat soal film G30S/PKI serta mengaitkannya dengan pergantian jabatannya sebagai pucuk pimpinan TNI. Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menilai Gatot Nurmantyo sedang pencitraan semata.

“Pak Gatot sedang rajin melakukan ‘image and brand positioning’ di pasar politik, pasar elektoral. Pintu masuknya adalah penekanan pada trauma politik yang dibumbui interpretasi subyektif,” ujar Hendrawan Supratikno kepada awak media, Kamis, 24 September 2020.

Menurut Hendrawan Supratikno, hal itu biasa saja dalam dunia politik. Lagipula, kata dia, masyarakat sudah dapat membedakan informasi fakta dan drama.

“Jadi ya biasa saja dalam gelanggang politik. Masyarakat sudah semakin cerdas untuk membedakan mana fakta dan mana drama,” sebutnya.

Baca juga:   Enggan Bohongi Masyarakat, Gatot Nurmantyo Pastikan KAMI Tak Akan Jadi Parpol

Lebih lanjut, Hendrawan Supratikno menilai Gatot Nurmantyo selama ini konsisten melakukan image and brand positioning. Menurutnya, Gatot Nurmantyo memiliki tujuan politik tertentu.

“Positioning Pak GN saya lihat konsisten. Yang ‘dikemas/dijual’ issues yang terkait, yang asosiatif. Jadi pasti punya target-politik. Namun keindahan demokrasi adalah semakin membaiknya literasi masyarakat terhadap narasi yang dikemas tersebut,” jelasnya.

Selain itu, dikatakan Hendrawan Supratikno, arah politik yang dituju Gatot Nurmantyo jelas. Gatot Nurmantyo dinilai mengincar perhelatan Pilpres 2024.

“Proses politik itu bergulir, zig-zag, inkremental. Arahnya semakin jelas dengan berjalannya waktu. Yang diincar pasti terkait perhelatan 2024,” kata Hendrawan Supratikno.

Sebelumnya, dalam channel YouTube Hersubeno Point, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berbicara soal perintah menonton film G30S/PKI. Gatot Nurmantyo awalnya menyinggung berita pada 2017 soal generasi muda tidak percaya adanya PKI.

Baca juga:   Politikus PDIP: Ketua Pansus Miliki Pemikiran Kontraproduktif, Pengaruhi Pembahasan RUU Terorisme di DPR

Gatot Nurmantyo pun bicara soal arahannya untuk menonton film G30S/PKI untuk memberi peringatan ketika dirinya menjabat Panglima TNI. Gatot Nurmantyo lalu mengaitkan arahan ini dengan pergantian Panglima TNI.

“Pada saat saya menjadi Panglima TNI, saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, ‘Pak Gatot, hentikan itu. Kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti’,” tutur Gatot Nurmantyo.

“Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti,” imbuhnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar