Anggota Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lanjut Tak Ada Hubungannya dengan Anak-Mantu Jokowi

Sodik-Mudjahid
Sodik Mudjahid. (foto: detik/Tsarina Maharani)

harianpijar.com, JAKARTA – Politikus Partai Gerindra yang juga anggota Komisi II DPR, Sodik Mudjahid, menanggapi sindiran GNPF Sumut terkait alasan Pilkada berlanjut. Dirinya menegaskan berlanjut atau tidaknya Pilkada, tidak berhubungan dengan anak-menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang maju di Pilkada.

“Lanjut atau tidaknya Pilkada sama sekali tidak ada hubungan dengan anak-mantu Jokowi yang maju dalam pilkada, peserta pilkada ada 300-an,” kata Sodik Mudjahid kepada awak media, Selasa, 22 September 2020.

Sodik Mudjahid mengungkapkan Pilkada ini berlanjut diputuskan oleh Komisi II bersama Mendagri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu, dan DKPP. Kesimpulannya sepakat melanjutkan Pilkada dengan beberapa catatan.

“Hasilnya adalah Pilkada dapat dilaksanakan dengan beberapa catatan, yakni peningkatan pelaksanaan protokol COVID, untuk peningkatan pelaksanaan COVID, maka harus ada aturan diskualifikasi bagi calon pelanggaran protokol COVID,” terangnya.

Baca juga:   Fadli Zon dan Arief Poyuono 'Perang', Gerindra: Prabowo Bisa Jengkel

Catatan lainnya adalah pemberian sanksi, peningkatan sosialisasi, hingga meminta jaringan internet di daerah diperluas untuk keperluan kampanye calon kepala daerah.

“Pemberian sanksi yang tegas oleh KPU dan Mendagri, peningkatan sosialisi dan edukasi COVID, peningkatan koordinasi dengan semua pihak termasuk dengan aparat keamanan, tambahan alokasi dana bagi APD dan petugas kesehatan, perluasan jaringan internet untuk pelaksanaan kampanye dan lain-lain,” ujar Sodik Mudjahid.

Sebelumnya, GNPF Ulama Sumut mengajukan gugatan ke PN Medan untuk menuntut penundaan Pilkada Medan. Ketua Pokja Pilkada GNPF Ulama Sumut Tumpal Panggabean mengatakan pihaknya akan tetap berjuang agar Pilkada Medan dapat ditunda.

Baca juga:   Fadli Tak Lagi Jadi Pimpinan DPR, Gerindra: Itu Bukan Isyarat Gabung Jokowi

“Kita akan terus berjuang sampai akhir, PN kan belum menyidangkan gugatan kita, jadi masih berharap PN berpikir jernih,” ujar Tumpal Panggabean, Selasa, 22 September 2020, seperti dilansir dari detik.

Tumpal Panggabean berharap agar Presiden Jokowi tidak memaksakan kehendak untuk menunda pilkada. Dirinya pun lalu menyinggung majunya anak dan menantu Presiden Jokowi di Pilkada 2020.

“Kita berharap kepada Presiden Jokowi agar tidak memaksakan kehendaknya. Jangan gara-gara anak dan menantunya maju pilkada, lalu keselamatan orang ramai, keselamatan rakyat tidak diperhatikan,” sebutnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar