Konser-NOAH
NOAH saat tampil di panggung konser. (foto: tirto/Andrey Gromico)

harianpijar.com, JAKARTA – Grup band asal Bandung, NOAH, memperingati hari jadi ke-8 tahun pada Rabu, 16 September 2020 kemarin. Sebagai hadiah spesial bagi seluruh penggemar, band yang beranggotakan Ariel, Lukman, dan David itu merilis lagu baru hingga menggelar kegiatan selama delapan jam yang disiarkan secara live streaming.

Lagu baru yang dirilis NOAH itu berjudul ‘Menemaniku’, sekaligus menjadi tema kegiatan perayaan delapan tahun. Lagu ini bercerita tentang situasi dalam hidup manusia yang bisa saja berada di luar kendali.

“Lagu ‘Menemaniku’ bercerita tentang ungkapan situasi dalam hidup di luar kendali kita. Dalam situasi yang sulit, manusia terkadang lupa ada Sang Pencipta yang selalu menemani kita. Dia bisa melindungi kita dengan berbagai macam cara,” ujar David saat konferensi pers virtual, Rabu, 16 September 2020.

Perilisan lagu Menemaniku juga disertai dengan peluncuran video musik. David mengungkapkan bahwa konsep video musik ini didedikasikan sebagai penghargaan untuk Sahabat NOAH.

Di mana, video musik ini bercerita tentang para personel NOAH yang rindu kepada para penggemar yang selalu setia menunggu untuk menggelar konser kembali karena terkendala pandemi Covid-19.

“Semoga kalian dapat menikmati lagu ini dan mendapatkan semangat dalam hidup. Harapan itu ada. Saling support satu sama lain di masa sesulit apa pun. Ada sosok Sang Pencipta, serta dukungan dari keluarga dan teman kalian,” imbuh Ariel.

Baca juga:   Wajib Coba! Ini 5 Cara Ampuh Menghilangkan Bau Badan

Diketahui, selain merilis lagu dan video musik, NOAH juga menggelar rangkaian acara selama delapan jam.

“Kami sebagai band, kita coba bikin mereka bangga dengan karya kita. Sahabat NOAH bikin kita bangga dengan kegiatan-kegiatan mereka yang positif. Jadi, saling mendukunglah, partner,” pungkas Ariel.

Selain itu, NOAH juga membuat satu keping piringan hitam Special Vinyl Gold Edition album ‘Keterkaitan Keterikatan’ yang dilelang pada penutup acara. Piringan yang dilelang ini pun sukses terjual di angka Rp 260 juta.

Adapun pemenang lelangnya adalah artis ternama, Raffi Ahmad. Pengumuman pemenang lelang ini disampaikan NOAH melalui akun Instagram-nya pada Rabu, 16 September 2020 malam.

Sebagai informasi, lelang piringan spesial ini berlangsung selama 16 hari. Dan pada hari terakhir, yakni 16 September, Raffi Ahmad berhasil memenangkan lelang dengan penawaran harga tertinggi.

NOAH mengatakan uang hasil dari lelang piringan ini akan dipersembahkan atau didonasikan untuk komunitas Crew Band Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

Konser Art Visual NOAH – Perjalanan Tak Putus

Seperti dikutip dari Vidio, konser NOAH 2020 ini merupakan pertama kalinya sebuah konser dramatik virtual akan dihadirkan untuk para pecinta musik Indonesia, khususnya bagi Sahabat NOAH (sebutan untuk penggemar NOAH).

Baca juga:   EXO Akan Gelar Konser Solo ke-4 November Mendatang

Perjalanan ke-8 tahun NOAH kali ini membawa pengalaman baru dalam menikmati konser dengan paduan pertunjukan teater dan art visual yang dibawakan secara langsung di atas panggung.

Konser yang akan digelar pada 10 Oktober 2020, pukul 20.00 WIB, secara live streaming di Vidio ini mengusung tema Perjalanan Tak Putus, kisah yang disajikan adalah tentang kisah cinta sepasang manusia yang terinspirasi dari rangkaian lirik-lirik lagu NOAH.

Diawali dari jatuh cinta, patah hati, hingga menerima hidup apa adanya dan terus berjalan lurus ke depan. Konser Perjalanan Tak Putus ini mengibaratkan suka duka dan jatuh bangun anak manusia dalam menjalani kehidupan.

Meski begitu, seperti sebuah angka 8 yang tak pernah putus, perjalanan hidup juga tak boleh berhenti.

Sebagaimana diketahui, NOAH dibentuk pada 2012 lalu usai Peterpan bubar. Band ini awalnya beranggotakan Nazril Irham (Ariel), Lukman Hakim, David Kurnia Albert, Mohammad Kautsar Hikmat (Uki), dan Ilsyah Ryan Reza.

Namun, seiring perjalanannya, NOAH ditinggal sejumlah anggotanya dan kini hanya menyisakan Ariel, Lukman, dan David.

Sejak dibentuk, NOAH telah memiliki empat buah album, di antaranya Seperti Seharusnya (2012), Second Chance (2014), Sings Legends (2016), dan Keterkaitan Keterikatan (2019).