Habiburokhman
Habiburokhman. (foto: instagram/habiburokhmanjkttimur)

harianpijar.com, JAKARTA – Politikus Arief Poyuono mendesak anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman agar meminta aparat hukum membuktikan kalau Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak terlibat pelanggaran HAM berat.

Terkait hal itu, Habiburokhman menyebut Arief Poyuono merupakan orang yang tidak mengerti soal hukum.

“Arief bukan orang hukum jangan maksa bicara soal hukum. Sejak dulu dia kalau soal hukum konsultasinya ke saya. Dia juga khan mantan klien saya,” ujar Habiburokhman, Kamis, 17 September 2020.

Lebih lanjut, Habiburokhman pun mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjadi pengacara tetap Arief Poyuono. Salah satunya, Habiburokhman pernah menjadi pengacara Arief Poyuono dalam kasus gugatan dari staf Eks Menteri BUMN, Soegiharto.

“Dulu pengacara tetap beliau (Arief Poyuono-red), sebagai aktivis kan kami sering dapat masalah hukum. Salah satunya Dulu pernah digugat staf menteri BUMN, kita menang. Berbagai macam gugatan publik juga, dia penggugat saya lawyer-nya,” terangnya.

Baca juga:   Politisi PDIP: PAN dan PKS sebagai Penyeimbang, Tidak Ikut Pemerintahan Jokowi

Habiburokhman juga menegaskan nama Prabowo Subianto tidak ada di kasus penghilangan paksa pelanggaran HAM Berat. Menurutnya, kasus penghilangan HAM berat sudah selesai, bahkan anggota Tim Mawar sudah dihukum.

“Kasus penghilangan paksa sudah jelas sudah disidang dan anggota tim mawar sudah dihukum. Crystal clear. Sama sekali nggak ada nama Pak Prabowo di kasus itu,” tegasnya.

Habiburokhman mengatakan, apabila kasus itu kembali dibongkar maka akan melanggar asas ne bis in idem yang ada dalam hukum pidana di Indonesia. Hal itu, kata dia, akan menabrak kepastian hukum.

“Kalau kasus itu dibongkar kembali tentu melanggar azas nebis in idem atau mengadili perkara yang sama dua kali, dan itu menabrak kepastian hukum,” kata Habiburokhman.

Sebelumnya, Arief Poyuono bermanuver dengan berbicara tentang Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan menyinggung soal pelanggaran HAM masa lalu. Arief Poyuono menegaskan bahwa apa yang disampaikannya merupakan sebuah fakta.

Baca juga:   Usai Diminta Jokowi Jadi Menhan, Prabowo Langsung Temui Amien Rais

“Kok aneh sih? Itu kan fakta yang kita alami. Kalau faktor penculikan aktivis PRD dan kerusuhan Mei selalu dijadikan bahan kampanye lawannya Prabowo di setiap pilpres,” ujar Arief Poyuono kepada awak media, Rabu, 16 September 2020.

Arief Poyuono lalu menyinggung Jubir Partai Gerindra Habiburokhman yang menjadi Anggota Komisi III DPR RI agar meminta kepolisian hingga kejaksaan membuktikan isu masa lalu Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu dilakukan agar isu masa lalu tak menyerang Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

“Jadi ini tugas Habiburokhman di Komisi III untuk bisa meminta aparat hukum seperti pengadilan, Kejagung dan Polri agar bisa membuktikan kalau Prabowo itu memang tidak terlibat pelanggaran HAM berat agar Pilpres 2024 tidak lagi isu itu menyerang Prabowo,” tukas Arief Poyuono. (nuch/det)

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar