Bejat! Gadis Remaja 13 Tahun Ini Dicabuli Ayah dan Kakak Kandungnya

Ilustrasi-Pencabulan-Pemerkosaan
Ilustrasi.

harianpijar.com, PEKALONGAN – Nasib nahas menimpa gadis remaja berusia 13 tahun di Kota Pekalongan. Warga Kecamatan Pekalongan Barat itu bertahun-tahun menjadi korban pencabulan ayah dan kakak kandungnya sendiri. Kejadian itu akhirnya terungkap usai ibu kandung korban mengetahuinya.

“Kami terima laporan dari ibu korban terkait pencabulan yang dilakukan oleh kedua tersangka bapak dan kakak kandungnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Ahmad Sugeng saat konferensi pers di Mapolres Pekalongan Kota, Selasa, 8 September 2020.

Polisi menangkap kedua pelaku, AW (49) dan AH (17), di kediamannya di Kecamatan Pekalongan Barat. Menurut Ahmad Sugeng, korban juga kerap diancam jika menolak atau menceritakan kejadian yang dialaminya ke orang lain.

Baca juga:   Polisi Tangkap Dukun Cabul di Wonogiri, Korban Semuanya Remaja Pria!

“Setiap akan melakukan tersangka ini mengancam agar korban mau melayani dan usai melakukan mengancam akan melakukan penganiayaan jika menceritakan ke orang lain. Dilakukan di rumah,” papar Ahmad Sugeng.

Tersangka-Pencabulan-Ayah-Kakak-Kandung
Tersangka ayah dan anak pelaku pencabulan gadis remaja di Kota Pekalongan. (foto: detik/Robby Bernardi)

Aksi bejatnya itu dilakukan AW pada 2018 dan terakhir pada akhir Agustus lalu. Perbuatan itu dilakukannya di rumah.

“Saya menyesal apalagi itu anak saya sendiri saya khilaf,” ungkap AW.

Sedangkan AH mengaku mencabuli korban sejak 2019 lalu. Dirinya mengaku tak tahu jika adiknya itu juga menjadi korban kelakuan bejat sang ayah. AH baru mengetahui setelah ayahnya turut diamankan polisi.

“Saya khilaf. Saya baru tahu juga (adik jadi korban pencabulan bapak) kemarin saat di kantor polisi. Saya melakukan tiga kali,” kata AH.

Baca juga:   Polres Mukomuko Tangkap Seorang Pria Yang Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Atas perbuatannya itu, ayah dan anak ini terancam dengan UU Perlindungan Anak Pasal 81 ayat 1, ayat 3 jo pasal 76D UU RI No 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2020 tentang Perlindungan Anak. Keduanya terancam hukuman pidana paling lama 15 tahun.

“Namun, karena AH masih di bawah umur kita terapkan sistem peradilan anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Sedangkan AW karena dia orang tua kita tambahkan sepertiga dari hukuman maksimal,” tukas Ahmad Sugeng. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar