PKS Solo Pertimbangkan Kampanye Golput, PDIP: Itu Bukan Pendidikan Politik yang Benar

Bambang-Wuryanto
Bambang Wuryanto. (foto: detik/Agung Pambudhy)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi opsi kampanye golput yang akan dipertimbangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilkada Solo. Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto menilai kampanye golput kurang etis.

“Kurang etis lah, kalau sudah nggak punya calon ya berusaha untuk punya calon, tapi bukan ngajak orang lain tidak memilih. Di dalam sistem demokrasi yang kita anut hari ini kurang etis,” ujar Bambang Wuryanto saat dihubungi, Rabu, 3 September 2020.

Jika tak memiliki calon, Bambang Wuryanto meminta PKS mengembangkan partai agar bisa memiliki pasangan calon sendiri. Dirinya juga meminta PKS diam dan tidak mengampanyekan golput jika tak ada yang dicalonkan.

“Dalam sistem demokrasi yang sekarang kita anut ini, cara ini kurang etis. Nek ra nduwe calon ya udah diam aja, kan gitu. Itu kan kalau golput itu, lha kalau nggak ada pilihan lain ya mestinya diem. ‘Ini aku belum bisa nyalon’, itu kalau kayak Solo. Kalau orang Jawa, ‘yowis aku urung bisa nyalon, aku ndak usah milih dulu, nanti saya ngembangkan lagi supaya saya bisa punya paslon sendiri’,” kata Bambang Wuryanto.

Baca juga:   Soal Kasus Suap, Saeful Bahri Mengaku Sumber Dana Suap dari Harun Masiku

“Tapi kemudian ketidakterwakilannya itu kemudian dikembangkan, ya kurang etis menurut saya. Nggak suka sama paslon ini terus ‘golput aja’, ini kan bukan pendidikan politik yang benar,” tambahnya.

Bambang Wuryanto mengatakan opsi kampanye golput yang akan diambil PKS itu tidak akan menganggu kampanye PDIP di Solo untuk Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa.

“Apakah itu akan mengganggu PDI Perjuangan? Ya nggak lah. Hanya dia itu sebagai minoritas tidak punya paslon, ya dia mengembangkan ada paslon yang nggak suka kepada paslon untuk tidak hadir dan itu akan digalang oleh PKS, kan begitu. Itu teknik mengembangkan aja, nggak apa-apa, biasa aja,” tukas Bambang Wuryanto.

Baca juga:   Politisi PDIP Sedih, Tak Seharusnya Serang Fisik Jokowi dalam Doa

Sebelumnya, PKS memutuskan abstain di Pilkada Solo karena tak punya cukup kursi di DPRD untuk bertarung sendirian melawan Gibran Rakabuming Raka. PKS pun membuka opsi untuk kampanye golput.

“Untuk pilihan 9 Desember, kita masih belum menentukan. Itu kan masih tiga bulan, masih kita pertimbangkan,” ujar Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar kepada detik, Senin, 31 Agustus 2020.

“Kita pertimbangkan nanti apakah golput atau juga berkampanye golput,” lanjutnya. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar