Kejaksaan Tinggi Bali Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan Jerinx

A-Luga-Harlianto
Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali A Luga Harlianto. (foto: detik/Angga Riza)

harianpijar.com, DENPASAR – Kejaksaan Tinggi Bali menolak permohonan penangguhan penahanan yang diajukan pihak drummer Supermen Is Dead (SID) I Gede Astina alias Jerinx. Sebelumnya keluarga dan pengacara Jerinx juga pernah mengajukan penangguhan penahanan di Polda Bali.

“Dengan demikian terkait pertanyaan teman-teman yang menanyakan tentang permohonan penangguhan penahanan dengan pelimpahan ini kami dapat menyampaikan bahwa permohonan penangguhan penahanan dari terdakwa I Gede Astina alias Jerinx dan pengacaranya itu tidak dapat kami terima,” ujar Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali A Luga Harlianto kepada awak media, Kamis, 3 September 2020.

A Luga Harlianto mengatakan setelah dilimpahkannya perkara Jerinx soal kasus ‘IDI kacung WHO’ ke Pengadilan Negeri Denpasar hari ini, yang bersangkutan dapat mengajukan penangguhan penahanan kembali ke mejlis hakim.

“Selanjutnya yang bersangkutan memiliki hak yang sama untuk dapat mengajukan penangguhan penahanan ke hakim yang mengadili perkara ini ya,” terangnya.

Penolakan penangguhan penahanan Jerinx, dikatakan A Luga Harlianto, mengacu kepada syarat-syarat objektif dan subjektif. Dikhawatirkan Jerinx akan mengulangi perbuatanya.

“Jadi didalam KUHP diatur ada syarat subjektif dan syarat objektif terhadap sebuah penahanan begitupun dalam menilai permohonan ini kami mengacu pada syarat-syarat itu dan dari hasil analisa hasil kajian dari penuntut umum, mereka berpendapat bahwa Pasal 21 KUHP terkait dengan syarat subjektif dan objektif itu masih terpenuhi tetap terpenuhi sehingga permohonan tersebut itu tidak dapat diterima,” kata A Luga Harlianto.

“Syarat subjektif ada 3 yaitu pertama mengulangi perbuatannya, menghilangkan barang bukti, kemudian mengulangi tindak pidananya. Disitu diduga dikhawatirkan jadi kekhawatiran itulah yang menjadikan dasar penuntut umum melakukan kajian dan memilih segera melimpahkan itu ke pengadilan,” pungkasnya. (nuch/det)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini