Polisi Tangkap 7 Terduga Pelempar Bom Molotov di Markas PDIP, 2 Diantaranya Anggota FPI

Aziz-Yanuar
Aziz Yanuar. (foto: detik/Lisye Sri Rahayu)

harianpijar.com, JAKARTA – Sebanyak tujuh orang ditangkap terkait dugaan pelemparan bom molotov di markas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Bogor. Adapun 2 orang di antaranya merupakan anggota FPI.

“Ya (dua orang anggota FPI),” ujar kuasa hukum Pushami, Aziz Yanuar, saat dihubungi, Senin, 24 Agustus 2020.

2 anggota FPI yang ditangkap polisi berinisial AS dan A, keduanya anggota FPI Bogor. Aziz Yanuar, yang juga merupakan pengacara FPI mengatakan penangkapan mereka tanpa surat penangkapan. Selain itu, ada surat penangkapan yang hanya diberikan kepada RT.

Aziz Yanuar bersama pihak keluarga juga sudah mendatangi Polres Bogor pada Minggu, 23 Agustus 2020, kemarin. Namun, dirinya mengaku tidak diperbolehkan masuk tanpa alasan yang jelas.

Baca juga:   PDIP Nilai Habib Rizieq Gagal Paham tentang Latar Belakang Pembentukan BPIP

“Hingga saat ini tidak dapat ditemui oleh keluarga maupun kuasa hukumnya,” ungkapnya.

Aziz Yanuar mengatakan setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum. Semua orang, kata dia, berkedudukan sama di mata hukum.

“Polisi wajib melindungi dan mengayomi masyarakat sesuai tupoksinya berdasarkan amanat UU, masyarakatlah yang bayar gaji mereka tapi malah mereka berlaku kejam terhadap rakyat,” kata Aziz Yanuar.

“Sesuai Perkap Nomor 8 Tahun 2009 Pasal 27 (1),Pasal 18 (4) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 14 (3) UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik dan Pasal 114 jo Pasal 56 (1) KUHAP: tersangka maupun saksi dalam proses pemeriksaan wajib didampingi oleh penasihat hukum/pengacara,” imbuhnya.

Baca juga:   Nilai Aksi Suap-suapan Satu Sendok Berbahaya, Mardani PKS Sarankan PDIP Bali Minta Maaf

Sementara itu, informasi terkait penangkapan pelaku teror bom di markas PDIP ini dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi, Senin, 24 Agustus 2020.

“Sudah (ditangkap). Ada tujuh tersangka,” sebut CH Patoppoi via pesan singkat.

CH Patoppoi mengatakan ketujuh pelaku tersebut melakukan aksi pelemparan bom molotov di markas PAC PDIP Cileungsi. Sementara ada tidaknya kaitan tujuh orang dengan pelemparan di PAC Megamendung, pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Yang di Cileungsi. (Megamendung) masih pendalaman,” ungkap CH Patoppoi. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar