Dubes Palestina Diminta Pulang, KAMI: Berlebihan, Apa Salahnya Acara Kemarin?

Ahmad-Yani
Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani. (foto: VIVA/Syaefullah)

harianpijar.com, JAKARTA – Kehadiran Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) berbuntut panjang. Belakangan muncul seruan agar Zuhair al-Shun dipulangkan ke Palestina untuk diganti dubes yang baru.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani mengatakan seruan pemulangan Zuhair al-Shun itu terlalu berlebihan. Menurutnya, tak ada yang salah dalam deklarasi yang digelar di Tugu Proklamasi itu.

“Terlalu berlebihan, apa salahnya acara kemarin? Kalau menganggap dubes itu datang kemarin dan dipulangkan, berarti acara kemarin itu keliru dan salah,” ujar Ahmad Yani kepada awak media, Kamis, 20 Agustus 2020.

Ahmad Yani mempertanyakan letak kekeliruan acara deklarasi tersebut. Menurutnya, undangan yang diberikan kepada Zuhair al-Shun juga sudah sesuai dengan agenda acara yang dilakukan.

“Kan kita menyampaikan undangan tidak hanya kepada Kedutaan Palestina. Kedutaan-kedutaan yang ada di Jakarta ini diundang. Apa yang dikemukakan oleh dubes mungkin dia nggak baca teliti undangannya. Karena di dalam undangan itu ada tiga kegiatan yang menjadi satu bagian,” kata Ahmad Yani.

Baca juga:   Dari 8 yang Ditangkap, Ahmad Yani Klaim Hanya 4 Orang Bagian dari KAMI

“Rangkaian kegiatan yang pertama memperingati hari kemerdekaan, kedua memperingati Hari Konstitusi-Hari Pancasila, ketiga sekaligus mendeklarasikan KAMI. Mungkin Dubes nggak baca teliti,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, mengaku salah memahami undangan acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sehingga dirinya hadir.

Anggota Komisi I DPR Abdul Kadir Karding pun menyayangkan dan mengaku tak percaya Dubes Palestina tidak memahami acara besutan Din Syamsuddin itu dimaksudkan sebagai bentuk kegiatan mengkritisi pemerintah.

“Saya sangat menyayangkan kehadiran Dubes Palestina dalam deklarasi KAMI, walaupun sudah diklarifikasi tetapi dalam nalar berfikir saya itu, masa iya sih sebesar institusi kedutaan besar, tidak memahami, tidak memiliki intelijen, tidak memiliki protokoler untuk menghadiri acara-acara tertentu,” kata Abdul Kadir Karding kepada awak media, Kamis, 20 Agustus 2020.

Baca juga:   3 Petinggi KAMI Jadi Tersangka, PPP Minta Polri Lakukan Ini

Abdul Kadir Karding tak setuju jika polemik kehadiran Zuhair Al-Shun ke deklarasi KAMI selesai hanya dengan klarifikasi melalui pernyataan pers. Menurutnya, pemerintah perlu memanggil Zuhair Al-Shun untuk meminta klarifikasi langsung.

“Menurut saya peristiwa ini tidak boleh selesai dengan klarifikasi publik seperti itu, tetapi otoritas Indonesia harus memanggil Pak Dubes untuk diminta klarifikasinya,” ungkapnya.

Bila ditemukan indikasi adanya kesengajaan Zuhair Al-Shun datang untuk mendukung deklarasi KAMI, Abdul Kadir Karding mengimbau pemerintah untuk memulangkannya. Pemerintah juga diminta agar meminta Palestina untuk mengirimkan dubes yang lebih bijaksana dalam bersikap.

“Kalau ada unsur kesengajaan, sebaiknya Pak Dubes ditarik atau dipulangkan ke negaranya dan digantikan oleh dubes-dubes yang lebih berhati-hati dan lebih proporsional dalam bersikap di negara Indonesia ini,” ujar Abdul Kadir Karding. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar