ilustrasi-ojek-online
Ilustrasi.

harianpijar.com, JAKARTA – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diberlakukan di DKI Jakarta sejak kemarin. Terkait hal itu, komunitas ojek online Garda Indonesia meminta aplikator menurunkan potongan pendapatan pengemudi Jakarta menjadi 10 persen selama PSBB diberlakukan.

Selama ini pihak aplikator menerapkan skema bagi hasil 80 persen untuk pengemudi, dan 20 persen aplikator.

Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengungkapkan potongan sebesar 20 persen sangat memberatkan, terlebih saat Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan PSBB hingga 23 April mendatang. Selama kebijakan PSBB diterapkan, ojek online memang dilarang mengangkut penumpang dan hanya bisa beroperasi untuk mengirimkan barang.

Baca juga:   IHSG Pagi Ini Anjlok, Airlangga Hartarto: Karena Announcement Gubernur Anies Tadi Malam

“Agar perusahaan aplikator turunkan potongan menjadi 10 persen untuk sementara di masa pandemi ini, atau hilangkan potongan pendapatan ojek online,” ujar Igun Wicaksono melalui pesan singkat, Sabtu, 11 April 2020.

Menurut Igun Wicaksono, selama ini pendapatan harian pengemudi paling besar berasal dari mengangkut penumpang, yakni sekitar 70 persen. Meski saat ini jumlahnya terus turun menyusul kebijakan bekerja dan belajar dari rumah yang telah berlangsung tiga pekan.

Igun Wicaksono mengatakan bila ojek online tidak diizinkan menarik penumpang, maka dirinya meminta pemerintah memberi bantuan uang tunai sebesar Rp100 ribu per pengemudi.

Baca juga:   Cegah Penyebaran Corona, Sidang Perdana Kasus Penusukan Wiranto Digelar Secara Virtual

“Apabila pembuat kebijakan tetap memaksakan ojek online dilarang membawa penumpang, maka berikan kompensasi berupa uang tunai, bukan hanya sembako. Karena kebutuhan kami ini berbeda-beda, dan agar ekonomi rakyat tetap berjalan,” kata Igun Wicaksono.

Selanjutnya, Igun Wicaksono juga menyerukan agar pengemudi tetap mengangkut penumpang, tapi dengan standar keamanan dan kesehatan pencegahan penularan virus Corona.

“Kami menuntut kepada pembuat kebijakan agar mengijinkan ojek online dapat membawa penumpang kembali,” tukasnya. (nuch/cnn)

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar