Habiburokhman
Habiburokhman. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Politisi Partai Gerindra Habiburokhman menanggapi, terkait hasil survei Indo Barometer yang menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menjadi menteri paling populer di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, ketua umum Partai Gerindra itu kerap dikritik lantaran sering ke luar negeri.

“Kalau kita lihat kemarin yang dikritik teman-teman, kok ini pak menterinya tujuh kali dalam berapa bulan ke luar negeri, karena itulah fungsi yang paling penting di dalam konteks menjaga ketertiban dunia. Itu diatur dimana? Di Undang-Undang Dasar kita ya kan, diplomasi pertahanan,” kata Habiburokhman, di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta, Minggu, 16 Februari 2020.

Menurut Habibur, bahwa dalam konteks ekonomi, yang dilakukan Prabowo tidak mempunyai nilai. Namun, dalam konteks yang lebih strategis banyak yang akan didapatkan Indonesia.

Baca juga:   Bertemu, Airlangga dan Prabowo Sependapat Golkar-Gerindra Punya Banyak Kesamaan

“Beliau ke beberapa negara bisa langsung diterima oleh pimpinan negara-negara tersebut untuk membicarakan soal bagaimana menjaga ketertiban dunia,” ujar Habiburpkhman yang juga jubir khusus Partai Gerindra itu.

Seperti diketahui, Indo Barometer merilis hasil survei nasional terbaru terkait 100 hari pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin. Selain itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto jadi menteri paling dikenal publik.

“Sebanyak 10 menteri yang paling dikenal oleh publik adalah Prabowo Subianto (18,4 persen), kemudian Sri Mulyani Indrawati (10,6 persen), Erick Thohir (8,2 persen), Mohammad Mahfud MD (7,9 persen), Nadiem Anwar Makarim (5,3 persen), Luhut B Panjaitan (5,2 persen), Tito Karnavian (5 persen), Moeldoko (3,2 persen), Edhy Prabowo (2,5 persen), Pramono Anung (2,2 persen),” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu 16 Februari 2020.

Baca juga:   Prabowo Bilang 'Siap Bantu' Jokowi, Gerindra: Jangan Diartikan Kami Masuk Kabinet

Menurut M Qodari, selain populer Prabowo juga dinilai publik sebagai menteri yang memiliki kinerja bagus. Bahkan, sebanyak 26,8 persen responden menilai ketua umum Partai Gerindra itu memiliki kinerja yang bagus.

“Lima alasan terbesar publik menilai kinerja menteri bagus adalah hasil kerjanya sudah terlihat 19,5 persen, orangnya tegas 18 persen, sudah berpengalaman 16 persen, cocok sesuai dengan keahliannya 8,7 persen, dan orangnya berani 8,6 persen,” ujarnya. [elz/rep]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of