Soal Laporan ke Ade Armando Ditolak, FPI Sebut Polisi Tebang Pilih

Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) melalui Kuasa Hukumnya Aziz Yanuar kecewa kepada Bareskrim Mabes Polri yang menolak laporan dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang diduga dilakukan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.

Menurut Aziz, bahwa penolakan terhadap laporan yang diajukan pihaknya itu sebagai bukti ketidakadilan yang dilakukan oleh Polri selaku penegak hukum. Selain itu, pihaknya juga telah memenuhi bukti-bukti sebagai syarat pelaporan terhadap Ade Armando ke Bareskrim Mabes Polri itu.

“Jadi sekali lagi, di sini kita membuktikan bahwa ketidakadilan dan penegakan hukum yang tebang pilih terbukti di beberapa hal termasuk hari ini. Kita buktikan sekali lagi secara jelas nyata pihak penyidik tindak pidana umum tidak mau memproses laporan kita. Padahal bukti cukup, keterangan jelas dan argumennya sudah kita bantah,” kata Aziz saat dikonfirmasi, di Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin 10 Februari 2020.

Baca juga:   Polisi Tunda Pemeriksaan Dua Saksi Kasus Dugaan Makar

Selanjutnya, Aziz juga membandingkan, bahwa terkait dengan laporan yang kerap diajukan oleh orang-orang yang disebut sebagai bagian dari kelompok Ade Armando, seperti Abu Janda, Pihak kepolisian cenderung bersikap lebih mudah menerima laporan mereka daripada yang diajukan oleh FPI dalam beberapa perkara yang kekinian selalu ditolak.

“Kami mau belajar dari dia dan iri bagaimana caranya kebal hukum dan gimana rombongan mereka kalau laporan seperti Abu Janda, Jack Lapian langsung diterima bahkan UU ITE masuk, komplit lapor diproses. Tapi ketika dilaporkan tak diproses kita dalam tanda petik iri,” ujarnya.

Baca juga:   Akademisi: Perpanjangan Izin FPI Harus Jadi Ruang Lakukan Pembinaan

Seperti diketahui, FPI melaporkan Ade Armando ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan tindak pidana ujaran kebencian di media sosial lewat chanel YouTube Realita TV.

Dikatakan Aziz, bahwa dalam acara dialog antara Rocky Gerung dan Ade Armando yang dipublikasikan channel YouTube Realita TV pada 3 Februari 2020, Ade Armando diduga telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian dengan menyebut Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi preman dan FPI ‘bangsat’. [elz/sua]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar