Ngabalin: 60 Persen Rakyat Indonesia Menolak Rencana Pemulangan Eks Kombatan ISIS

Ali-Mochtar-Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin. (foto: detik/Eva Safitri)

harianpijar.com, JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengklaim mayoritas rakyat Indonesia menolak pemulangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung ke dalam jaringan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) ke Tanah Air.

Menurut Ngabalin, bahwa dipastikan rencana pemulangan itu banyak mendapat penolakan dari rakyat. Sekalipun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memiliki program deradikalisasi.

“Tetapi mereka bukan badan yang dibuat oleh negara untuk menjadi pemadam kebakaran, bukan,” kata Ngabalin saat diskusi Crosscheck bertema “Menimbang Kombatan ISIS Pulang” di Upnormal Coffe, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu 9 Februari 2020.

Baca juga:   Di Muara Enim Sumsel, Heboh Video Sejumlah Pria Bersorban Latihan Menembak Pakai AK-47

Selanjutnya, Ngabalin juga menegaskan, bahwa sebanyak 60 persen lebih rakyat Indonesia menolak rencana pemulangan tersebut ke Indonesia.

“Hampir seluruh tempat di mana saya hadir menjadi narasumber atas nama pemerintah dan KSP, selalu rating untuk menolak. Itu lebih dari 60 persen,” tegas Ngabalin.

Baca juga:   Wakapolri: Penusuk Anggota Brimob Diduga Terafiliasi ISIS

Kemudian, dijelaskan Ngabalin, walau demikian Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap akan menimbang pendapat dari para ahli maupun masyarakat terkait wacana tersebut.

“Pada waktunya nanti bapak Presiden tentu akan menimbang dari draf-draf yang ada. Mungkin bulan Mei atau Juni itu (keputusan),” jelas Ngabalin yang juga politisi Partai Golkar itu.[elz/rmol]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar