Tuntut Kasus Harun Masiku Dan Jiwasraya, Yusuf Martak: Puluhan Ribu Umat Akan Unjuk Rasa di Depan Istana

Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 menurut rencana akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana, Jakarta, pada Jumat pekan depan 21 Februari 2020 mendatang.

Menurut Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, bahwa akan ada puluhan ribu orang datang dalam aksi yang mengangkat tema “Berantas MegaKorupsi Selamatkan NKRI” tersebut.

“InsyaAllah minimal puluhan ribu (orang),” kata Yusuf saat dikonfimasi, Minggu 9 Februari 2020.

Baca juga:   Hari Ini Munas Tokoh Antaragama ke IV Digelar, FPI Tidak Diundang

Selanjutnya, Yusuf juga menegaskan, bahwa tuntutan aksi nantinya, masih sama yakni mendesak agar aparat hukum mulai dari KPK, Kepolisian dan Kejaksaan untuk segera menuntaskan kasus-kasus megakorupsi yang terjadi saat ini.

Selain itu, kasus megakorupsi yang dimaksud adalah penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang juga melibatkan politisi PDIP Harun Masiku.

Kemudian, kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 13 triliun serta kasus dugaan korupsi di PT Asabri dengan kerugian senilai Rp 10 triliun.

Baca juga:   Tantang Habib Rizieq Pulang, PA 212 Sebut Jimly Hanya Sok Pancasilais

Sementara, aksi 212 itu akan diselenggarakan pada pukul 13.30 hingga 15.30 di depan Gedung DPR RI.

Namun, telah dilakukan perubahan lokasi aksi yang sebelumnya disebutkan di Gedung DPR RI, diubah menjadi di Istana Negara sesuai informasi terbaru dari narasumber. [elz/rmol]

SUMBERRmol.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini