Ma'ruf-Amin
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin. (foto: kompas/GARRY LOTULUNG)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin diminta agar mengambil alih soal pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung ke dalam jaringan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) ke tanah air. Selain itu, identitas keagamaan yang melekat pada diri Wakil Presiden Ma’ruf Amin diyakini sebagai cara ampuh untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kalau saat ini ya, kalau melihat dari yang kemarin, harusnya Wakil Presiden lah. Ambil alih oleh Wakil Presiden. Identitas keagamaannya kan mumpuni juga sejauh ini,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat dikonfirmasi, di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 8 Februari 2020.

Menurut Choirul, melihat pada pernyataan yang berbeda dari pejabat mengenai wacana ini juga menjadi alasan Komnas HAM mendorong Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk turun tangan. Karena itu, diminta Wakil Presisden Ma’ruf Amin merespon soal wacana pemulangan 660 eks kombatan ini.

Baca juga:   Anggota DPR: Tanpa Kita Sadari Sinyal ISIS Sudah Dekat

“Kalau lihat dari beberapa hari terakhir kan ada statement-statement, pejabat A ngomong apa, pejabat B ngomong apa. Ada baiknya mulai saat ini Pak Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk mengambil peran penting penanganan terorisme ini, khususnya alumni ISIS atau alumni dari luar negeri,” ujar Choirul.

Selanjutnya, Choirul juga mencontohkan, saat Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden, JK turun tangan dalam isu citra kelompok Islam sebagai teroris. Saat itu, JK mengundang sejumlah ormas untuk membantah informasi tersebut.

Baca juga:   Panglima: TNI AL Diminta Halau Kapal Asing Pencuri Ikan di ZEE

“Makanya dengan peristiwa kemarin Kementerian Agama bilang apa, BNPT bilang apa, Pak Menkopolhukam bilang apa, sudah saatnya ini diambil oleh wakil presiden, bikin formulasi yang permanen,” ucapnya.

Kemudian, juga dikatakan Choirul, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga akan meringankan beban Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat memikirkan masalah bangsa lainnya.

“Biarkan pak Ma’ruf bisa mengambil alih ini sebagai wapres. Terus pak presiden bisa konsentrasi agenda pembangunan yang lain. Kalau ada pembagian seperti itu, saya kira treatment dan formula kita untuk menangani problem ISIS maupun karakter yang lain di kemudian hari akan punya treatment yang kuat,” tandas Choirul Anam. [elz/sua]

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar