PDIP Tolak Tegas Rencana Pemulangan WNI yang Pernah Bergabung Dengan ISIS

Effendi-Simbolon
Effendi Simbolon.

harianpijar.com, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon menolak tegas terkait rencana pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung ke dalam jaringan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) ke tanah air.

“Kami terus terang menolak dengan tegas untuk rencana atau wacana pemerintah mengembalikan memulangkan WNI (yang pernah begabung dengan ISIS),” kata Effendi usai diskusi polemik bertajuk “100 Hari Kabinet Jokowi-Maruf” di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta, Sabtu 8 Februari 2020.

Menurut Effendi, bahwa setiap WNI yang telah menyatakan bergabung dengan ISIS yang artinya membela negara lain dapat dikatakan telah gugur status kewarganegaraanya sebagai WNI.

Baca juga:   Pilwakot Solo, Hasto: Gibran Masih Berpotensi Maju Meski Terhadang Aturan PDIP

“Di UU itu kan bila mereka sudah menyatakan diri dan seterusnya itu kan gugur (kewarganegaraanya),” ujar Effendi.

Selanjutnya, Effndi juga mencontohkan, Arcandra Tahar yang diangkat sebagai Menteri ESDM diawal Joko Widodo terpilih sebagai Presiden periode 2014-2019. Saat itu, status kewarganegaraan Arcadra dipertanyakan karena pria kelahiran Padang Sumatera Barat itu memiliki paspor Amerika Serikat.

“Kemudian kita protes ke Pak Jokowi dan Pak Jokowi menyadari ada kesalahan. Apalagi ini perbuatan yang jelas-jelas melanggar hukum di bidang teroris dan seterusnya,” ucapnya.

“Tapi positifnya, Pak Jokowi sudah beri sinyal bahwa tidak akan menyetujui (Arcandra jadi menteri),” lanjutnya.

Baca juga:   Jimly Asshiddiqie: Biar Ada Efek Jera, Diminta Pemerintah Cabut Paspor WNI Eks ISIS

Sementara, menurut Menteri Agama Fachrul Razi, bahwa sebanyak 600 WNI yang sempat bergabung dalam kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), akan dipulangkan ke Tanah Air dari Timur Tengah.

Bahkan, iInformasi tersebut diterima Fachrul dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain itu, proses pemulangan mereka akan terwujud, dalam waktu dekat.

Sedangkan, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyatakan siap untuk memimpin tim pemulangan 600 WNI eks kombatan ISIS itu. Namun, proses pemulangan akan dilakukan jika sudah ada keputusan terkait hal tersebut dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait. [elz/rmol]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar