Soal Info Harun Masiku, Dua Politisi Demokrat Akan Datangi PTIK

Andi-Arief
Andi Arief. (foto: dok. detik)

harianpijar.com, JAKARTA – Politisi Partai Demokrat Andi Arief dan Rachland Nashidik berencana akan mendatangi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta, untuk meminta klarifikasi ihwal tersangka buronan KPK Harun Masiku.

Menurut Andi, mereka akan datang jika dalam 7 hari ke depan Polri masih belum memberikan penjelasan rinci soal keberadaan Harun Masiku saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Apakah Harun Masiku benar bersembunyi di PTIK atau tidak.

“Kami akan menunggu satu Minggu terhitung dari hari ini (kemarin-red) untuk mendapatkan jawaban terang dari parat hukum,” kata Andi dalam keterangan pers, Rabu 29 Januari 2020.

“Bila setelah itu masih belum ada jawaban, kami sebagai individu warga negara Republik ini, mewakili hak rakyat untuk tahu, hak kita semua, akan mendatangi PTIK untuk mendapat klarifikasi tentang keberadaan Harun Masiku otoritas PTIK,” lanjut Andi.

Baca juga:   Prioritaskan AHY Jadi Menteri, Demokrat: Pos Manapun Terserah Presiden Terpilih

Sementara, menurut Pelaksana tugas (Plt) Juru bicara KPK Ali Fikri, rencana kedua politisi Partai Demokrat tersebut tidak lepas dari kabar bahwa Harun Masiku sempat bersembunyi di PTIK pada 8 Januari lalu.

Selain itu, penyidik KPK juga dikabarkan ingin menjemput Harun Masiku lantaran diduga terlibat kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR fraksi PDIP. Namun, penyidik KPK dicegat petugas kepolisian dan mereka juga diperiksa dan dites urine.

“Di situ tim KPK ditahan sampai pagi, dites urine dan sebagainya,” kata Pelaksana tugas (Plt) Juru bicara KPKAli Fikri, Kamis 9 Januari 2020 lalu.

Sedangkan, menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, membenarkan anggotanya sempat memeriksa penyidik KPK di PTIK.

Bahkan, Argi juga juga tidak menampik para penyidik KPK itu sempat dites urine. Namun, Argo merasa tidak ada yang salah dengan itu karena sudah sesuai dengan prosedur.

Baca juga:   Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Sartono Bidik Sektor Ekonomi Kreatif

“Tentunya orang yang masuk ke PTIK akan diperiksa semua oleh yang jaga di sana karena merupakan suatu kesatrian, wajar kalau ada orang yang tidak dikenal oleh penjagaan, kemudian juga tidak ada kartu pengenal kepolisian maupun PTIK pasti kita tanyai,” kata Argo saat dikonfirmasi, di Cikeas, Bogor, Jumat 10 Januari 2020 lalu.

Seperti diketahui, dalam kasus yang melibatkan kader PDIP Harun Masiku, sudah ada beberapa orang yang ditetapkan tersangka oleh KPK. Mereka yakni eks Komisioner KPK Wahyu Setiawan, kader PDIP Agustiani Tio Fridelina dan  Saeful.

Selain itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga ikut diperiksa oleh KPK sebagai saksi dalam kasus tersebut. Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan KPK pada pekan lalu. [elz/cnn]

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar