Tetapkan Riezky Sebagai Anggota DPR, Arief Budiman: Dirinya Tidak Menerima Uang di PAW PDIP

Arief-Budiman
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. (foto: dok. KPU)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak menerima uang, terkait proses penetapan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR 2019-2024 melalui proses pergantian antar waktu (PAW) menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

“Cuma saya ditanya, Pak Arief terima juga enggak? Saya bilang enggak lah. Saya enggak terima uang,” kata¬† Arief usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.

Menurut Arief, bahwa PDIP mengusulkan Harun Masiku untuk menggantikan Nazarudin Kiemas sebagai Anggota DPR terpilih. Dasarnya, putusan uji materi Peraturan KPU dari Mahkamah Agung (MA).

Namun, pihaknya (KPU-red) tetap berpegang kepada UU Pemilu yang menyebutkan penggantian caleg didasarkan oleh nomor urut, bukan usulan parpol.

Selain itu, bahwa pemilihan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin Kiemas merupakan keputusan setiap komisioner, termasuk Wahyu Setiawan.

Baca juga:   Masinton: Tak Terima Disebut Sebagai Salah Satu Orang Yang Mengancam Miryam, Novel Berikan Keterangan Palsu

Kumudian, tidak ada pertemuan lanjutan membicarakan penetapan PAW anggota legislatif PDI Perjuangan (PDIP) di luar agenda rapat.

“Enggak ada,” ujar Arief singkat.

Selanjutnya, Arief juga menjelaskan, dalam pemeriksaan penyidik juga menggali respons KPU atas surat pengusulan Harun Masiku dari PDIP.

“Pokoknya KPU sudah mengambil keputusan sebagaimana surat yang sudah kita kirimkan sebagai jawaban,” jelas Aerief.

Kemudian, juga ditegaskan Arief, dirinya tidak mengetahui alasan Wahyu Setiawan menerima uang ratusan juta rupiah untuk mengusahakan Harun Masiku menjadi anggota legislatif. Padahal, itu jelas bertentangan dengan Pasal 426 ayat (3) UU Pemilu sebagai rujukan yang dipegang KPU.

Aturan ini menyebut jika ada caleg meninggal, maka posisinya diganti dengan caleg dari partai dan daerah pemilihan yang sama dengan perolehan suara di urutan berikutnya dan bukan oleh caleg pilihan parpol.

“Enggak ada [peluang], kan dua kali respons kita sama. Tidak mungkin itu ditindaklanjuti,” tegasnya.

Baca juga:   Kapolda Metro: Untuk Pengamanan Pegawai KPK Akan Ditambah 20 Personel

Sementara, menurut Komisioner KPU Viryan Aziz yang lebih dulu merampungkan pemeriksaan menuturkan tidak ada pendapat berbeda dalam rapat pleno menentukan anggota legislatif PDIP pengganti Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

“Kita sama berpendapat, tidak ada yang berbeda. Jadi, semua anggota KPU RI berpendapat sama bahwa penggantian calon terpilih atau PAW tidak dapat dilaksanakan,” kata Viryan.

Sedangkan diketahui, dalam proses pengusulan itu, eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan disebut meminta uang Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota legislatif PDIP pengganti Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Selain itu, KPK juga mengendus transaksi ini. Bahkan, KPK juga sudah menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka. Namun, Harun Masiku yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejauh ini masih buron. [elz/cnn]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar