Soal Parlementary Threshold, Pengamat: Usulan NasDem Tidak Salah, Tetapi Membunuh Parpol Kelas Bawah

Lambang Partai Nasional Demokrat (NasDem) (Foto:Google/Ilustrasi)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dan juga Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai, usulan Partai Nasional Demokrat (NasDem) agar ambang batas Parlementary Threshold (PT) naik dari 4 persen. Selain itu, partai besutan Surya Paloh itu mengusulkan kenaikan PT minimal 7 persen.

Menurut Jerry, bahwa usulan itu tidak salah, agar pengerucutan dan perampingan partai politik (Parpol) di Indonesia bisa terwujud.

“Tapi dampak negatifnya membunuh partai yang PT di bawah 7 persen,” kata Jerry saat dikonfirmasi, Senin 27 Januari 2020.

“Oke saat ini NasDem berkutat di 9 persen sama persis dengan PKB, tapi bagaimana jika suara mereka di parlemen hanya 5 persen atau di bawah 7 persen sama persis Pemilu 2014 silam,” lanjut Jerry.

Selanjutnya, Jerry juga menegaskan, bahwa repotnya jika partai besar seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar mengusulkan ambang batas parlemen di angka 10 persen.

Baca juga:   Pulangkan WNI Eks ISIS, Pengamat: Langkah Gegabah dari Pemerintah

Karena itu, jika ingin membuat keputusan harus dilakukan dengan matang. Sebab, dirinya berpandangan, ambang batas parlemen idealnya memang pada angka 12 persen.

“Biar tinggal tiga partai, yaitu koalisi nasional, konservatif, moderat, buruh atau demokrat,” tegas Jerry.

Lebih lanjut, dijelaskan Jerry, karena belum ada kajian mendalam, diusulkan agar PT sekarang yang digunakan pada pemilu mendatang.

“Bisa saja dirubah multi-party system, tapi perlu riset dan kajian mendalam. Soalnya kalau policy tiba-tiba maka berdampak kurang etis. Saya usul ke depan tetap saja 4 persen, tapi penyeleksian kader partai yang bersih dari korupsi,” jelas Jerry.

Berikut daftar partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 yang lolos dan tidak lolos ambang batas parlemen:

Yang lolos ambang batas Parlementary Threshold (PT)  yaitu:

Baca juga:   Ingatkan NasDem, Gerindra: Kabinet Jadi Wewenang Presiden!

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 27.053.961 suara (19,33 persen), 2. Partai Gerindra 17.594.839 suara (12,57 persen), 3. Partai Golkar 17.229.789 suara (12,31 persen), 4. PKB 13.570.097 suara (9,69 persen), 5. Partai Nasdem 12.661.792 suara (9,05 persen), 6. PKS 11.493.663 suara (8,21 persen), 7. Partai Demokrat 10.876.507 suara (7,77 persen), 8. Parta Amanat Nasional (PAN) 9.572.623 suara (6,84 persen) dan 9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 6.323.147 suara (4,52 persen).

Yang tidak lolos ambang batas Parlementary Threshold (PT)  yaitu:

1. Partai Perindo 3.738.320 suara (2,67 persen), 2. Partai Berkarya 2.929.495 suara (2,09 persen), 3. PSI 2.650.361 suara (1,89 persen), 4. Partai Hanura 2.161.507 suara (1,54 persen), 5. PBB 1.099.848 suara (0,79 persen), 6. Partai Garuda 702.538 suara (0,50 persen) dan 7. PKPI 312.775 suara (0,22 persen). [elz/rmol]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar