Pengamat: Sindiran Megawati ‘Pintu Belakang’ Konteksnya Luas

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. (Foto:Google).

harianpijar.com, SOLO – Pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Agus Riwanto menilai ucapan yang dilontarkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu terkait “pintu belakang” merupakan sindiran yang konteksnya luas.

“Saya kira kalau dikaitkan dengan Gibran belum tentu demikian,” kata Agus saat dikonfimrasi, di Solo, Jateng, Senin 27 Januari 2020.

Seperti diketahui, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka berencana maju menjadi salah satu peserta Pilkada Surakarta 2020 dari PDIP. Namun, saat ini selain Gibran ada nama lain, yaitu Achmad Purnomo yang bersaing untuk memperoleh rekomendasi dari Ketua Umum partai.

Menurut Agus, terkait hal itu bisa jadi sindiran Ketua Umum PDIP itu bukan untuk kader yang akan maju ke kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa daerah di Indonesia, tetapi justru untuk kasus pergantian antar waktu (PAW) yang sempat menyandung beberapa nama kader PDIP beberapa waktu lalu.

Baca juga:   PKB Ajukan 10 Nama Calon Menteri, PDIP: Kami Sepenuhnya Percaya Jokowi

“Itu kan pernyataan pimpinan partai, jadi pastilah mengandung pesan politik. Memang bukan pernyataan netral, tetapi bukan hanya untuk Kota Solo,” ujar Agus.

Selanjutnya, ditegaskan Agus, soal jalur formal dan informal yang ditempuh oleh dua nama tersebut, selama tidak menyalahi AD/ART partai maka tidak perlu dipermasalahkan.

“Seperti yang diketahui publik kan Achmad Purnomo maju lewat DPC, sedangkan Gibran mendaftar lewat DPD. Saya tidak tahu, maksudnya jalur formal dan informal itu masing-masing untuk siapa, tetapi saya melihat tidak ada yang menyalahi AD/ART PDIP,” tegas Agus.

Baca juga:   Tim Hukum PDIP: Menkumham Yasonna Hanya Penonton dan Tidak Ada Urusannya

Sementara sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat menyindir calon kepala daerah yang meminta rekomendasinya lewat “pintu belakang”.

Namun, terkait hal itu putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka merasa sindiran Megawati tersebut bukan untuk dirinya mengingat dirinya sudah melalui prosedur sebagaimana mestinya.

“Saya lewat mekanisme partai. Saya sudah melalui proses pendaftaran, syaratnya sudah lengkap, waktu mendaftar juga di depan media,” kata Gibran beberapa waktu lalu.

Bahkan, dikataka Gibran, bahwa proses uji kepatutan dan kelayakan juga dilakukan di depan media sehingga dilakukan secara terbuka.

“Proses uji kepatutan dan kelayakan juga dilakukan di depan media dan secara terbuka,” ujar Gibran. [elz/ant]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar