Ronny: Harun Masiku Sudah Berada di Jakarta Sejak 7 Januari lalu

ronny-sompie
Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Tersangka kasus suap proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024, Harun Masiku dinyatakan telah berada di Jakarta sejak 7 Januari 2020 lalu.

“Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem, termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa Harun Masiku telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Rabu 22 Januari 2020.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencatat Harun Masiku telah keluar Indonesia menuju Singapura pada hari Senin 6 Januari 2020 melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian, setelah kasus suap yang melibatkan Harun Masiku mencuat, keberadaan dirinya tidak diketahui.

Sementara, menurut Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri, bahwa berdasarkan informasi dari Ditjen Imigrasi, Harun Masiku masih berada di luar negeri dan belum kembali ke Indonesia.

“Kami tetap untuk sementara ini berpedoman pada keterangan Imigrasi menyatakan yang bersangkutan ada di luar negeri dan belum ada catatan yang bersangkutan telah kembali ke Indonesia,” kata Ali. Jumat 17 Januari 2020.

Baca juga:   KPK Sempat Deteksi Harun Masiku di Sekitar PTIK, Polri: Publik Diminta Tidak Berspekulasi

Tetapi, berdasarkan pengakuan istri Harun Masiku, Hildawati Jamrin dan rekaman kamera pengawas di Bandara Soekarno Hatta yang beredar, diketahui bahwa Harun Masiku telah di berada Jakarta pada 7 Januari 2020 lalu.

Menurut Ronny, bahwa terdapat keterlambatan waktu (delay time) dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, ketika Harun Masiku melintas masuk pada 7 Januari 2020.

Karena itu, dirinya telah memerintahkan kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soetta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasan Ditjen Imigrasi untuk melakukan pendalaman terhadap adanya keterlambatan waktu dalam pemrosesan data tersebut.

“Hasil pendalaman akan segera dilaporkan kepada saya,” ujar Ronny.

Selanjutnya, ditegaskan Ronny, bahwa tindak lanjut dari adanya informasi mengenai kepulangan Harun Masiku ke Tanah Air pada 7 Januari 2020 adalah dengan mencegah yang bersangkutan ke luar negeri, sesuai dengan perintah dari Pimpinan KPK.

Baca juga:   Ali Fikri: KPK Selisik Soal Mekanisme PAW di PDIP

“Hal tersebut telah terhubung ke seluruh Kantor Imigrasi dan Tempat Pemeriksaan Imigrasi di seluruh Indonesia melalui sistem yang tergelar,” tegas Ronny.

Sedangkan, Komisi Pemberntasan Korupsi (KPK) pada hari Kamis 9 Januari 2020 telah mengumumkan empat tersangka terkait dengan tindak pidana korupsi suap penetapan calon terpilih anggota DPR RI periode 2019-2024.

Selain itu, sebagai penerima, yakni anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atau orang kepercayaan Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina.

Selain itu, sebagai pemberi Harun Masiku dan Saeful (SAE) dari unsur swasta atau staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Sementara diketahui, Wahyu Setiawan meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun Masiku menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan I menggantikan calon terpilih anggota DPR PDIP asal Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Namun, dari jumlah uang tersebut, Wahyu Setiawan menerima Rp600 juta. [elz/ant]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar