Partai Amanat Nasional (PAN). (Foto:Google/Ilustrasi).

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dan juga Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno menyebut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan masih menjadi calon terkuat dalam peta calon ketua umum PAN jelang Kongres yang akan digelar Februari 2020 mendatang.

Menurut Adi, bahwa belakangan ini muncul calon ketua umum lainnya yang ingin melawan Zulkifli Hasan dengan membawa dukungan dari Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

“Sepertinya ada yang mau mendompleng nama besar Amien Rais untuk melawan Zulkifli Hasan, sang petahana yang sejauh ini cukup kuat didukung DPW dan DPD,” kata Adi Prayitno saat dikonfirmasi, Sabtu 18 Januari 2020.

Selanjutnya, Adi juga menegaskan, bahwa sosok Amien Rais adalah senior partai yang harus dihormati. Karena itu, tidak tepat jika Amien Rais dihadap-hadapkan dengan Zulkifli Hasan menjelang pelasanaan Kongres V PAN.

Baca juga:   Akademisi: NasDem Tidak Akan Terbuka Nyatakan Keluar dari Pemerintahan

“Amien Rais harus diposisikan sebagai tokoh yang mengayomi semua kandidat,” tegas Adi.

Lebih lanjut, dijelaskan Adi, bahwa pada Kongres PAN mendatang santer disebutkan tiga nama yang bakal maju sebagai bakal calon ketua umum PAN yakni petahana Zulkifli Hasan, mantan ketua fraksi PAN di DPR RI Mulfachri Harahap dan mantan menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Asman Abnur.

“Ketiganya itu merupakan kader terbaik PAN, kader terbaik Amien Rais pula,” jelasnya.

Sementara, menurut Adi, Amien Rais harus diposisikan sebagai ‘pelatih’ bagi siapapun kader PAN yang akan maju nantinya.

Baca juga:   Pengamat Politik: PAN Dinilai Sulit Jadi Oposisi

Selain itu, terkait mengenai kepemimpinan Zulkifli Hasan di PAN pada periode sebelumnya,  dinilai relatif stabil jika dibandingkan pada periode pemilu sebelumnya.

Kemudian, Adi juga mengatakan, bahwa berdasarkan data, perolehan suara PAN naik walaupun presentasi kursinya sedikit turun akibat metode konversi suara yang digunakan pada pemilu legislatif 2019.

Bahkan, pada level tingkat DPRD, PAN banyak mendapat kursi. Seperti di Jakarta misalnya, PAN dapat 2 kursi, di Papua juga turut mendapat kursi.

“Bahkan Relatif sukses karena PAN tak turun dan mampu mendapatkan kursi di DPRD yang selama ini PAN tak ada wakilnya. Jadi tolak ukurnya harus komprehensif” tandas Adi Prayitno yang juga akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. [elz/rmol]

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar