Pangi-Syarwi-Chaniago
Pangi Syarwi Chaniago.

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendatangi Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertolak belakang dengan janji Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Selain itu, langkah tersebut juga bisa berdampak negatif bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

“Yang kita takutkan nanti, buah simalakama bagi PDIP sendiri,” kata Pangi melalui sambungan telepon, Jumat 17 Januari 2020.

Menurut Pangi, sebelumnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menegaskan bahwa partai tidak akan melindungi kadernya yang tersandung kasus tindak pidana korupsi. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan ideologi PDIP.

Baca juga:   Tingkat Kepercayaan Publik Turun 3 Persen, Begini Kata KPK

“Tapi dengan datangnya PDIP ke KPK menemui Dewas, terkesan ingin melindungi, terkesan PDIP tidak mendukung agenda pemberantasan korupsi, itu bisa menggerus citra partai sendiri,” ujar Pangi.

“Dan apa yang disampaikan Megawati tidak sesuai dengan yang dijalankan elite politik. Instruksinya kan jelas dari Ibu Mega, tapi fakta realitasnya (justru) ada upaya melakukan perlawanan,” lanjut Pangi.

Baca juga:   Dilaporkan ke Polisi, Novel Baswedan Masih Fokus dengan Pengobatan Mata

Sementara diketahui, pada Kamis 16 Januari 2020, PDIP melalui Tim Hukumnya mendatangi kantor KPK untuk bertemu dengan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut, PDIP melaporkan upaya penyegelan yang dilakukan penyidik KPK pada 8 Januari 2020, yang diduga tidak dibarengi dengan surat izin dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Kemudian, Tim Hukum PDIP yang dipimpin I Wayan Sudirta juga melaporkan terkait bocornya surat perintah dimulainya penyelidikan KPK. [elz/rep]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of