Pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Ali Fikri mengimbau, mantan calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan, Harun Masiku, segera menyerahkan diri. Selain itu, KPK juga telah melayangkan surat pemanggilan pertama sebagai tersangka.

“Imbauan untuk menyerahkan diri dan hari ini dipanggil sebagai tersangka ke alamat tempat tinggalnya di daerah Kebayoran, Jakarta,” kata Ali Fikri, di Jakarta, Jumat 17 Januari 2020.

Menurut Ali Fikri, bahwa KPK terus mengikuti pergerakan Harun Masiku melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Pasalnya, informasi terakhir yang didapat Harun Masiku berada di luar negeri.

Baca juga:   Pernyataan Yulianis Tentang Ibas, Partai Demokrat: Itu Fitnah yang Berulang

“Tetap berpegang pada informasi imigrasi, yang bersangkutan (Harun Masiku-red) berada di luar negeri,” ujar Ali Fikri.

Selanjutnya, Ali Fikri juga menegaskan, terkait beredaranya informasi Harun Masiku telah berada di Indonesia akan didalami lebih lanjut. Karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun Masiku dapat segera melapor ke lembaga antirasuah itu.

“Tim KPK sedang dan akan terus melakukan pencarian,” tegas Ali Fikri.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni, Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta Saeful.

Baca juga:   Ketua DPP PDIP Yakin Sistem 2 Tingkat Akan Lebih Memperkuat KPK

Selain itu, Komisoner KPU Wahyu Setiawan diduga menerima suap dari Harun Masiku agar memuluskan proses PAW sebagai anggota Dewan. Bahkan, uang tersebut diberikan lewat Saeful kepada Agustiani, selaku orang kepercayaan Wahyu Setiawan

Selanjutnya, KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Diduga, Wahyu Setiawan telah menerima suap Rp200 juta dan seluruh tersangka sudah mendekam di rumah tahanan, kecuali Harun Masiku yang belum tahu pasti keberadaannya. [elz/med]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of