Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengingatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk tidak lupa dengan sejarah, terkait saat era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan penurunan angka subsidi. Bahkan, saat itu PDIP paling lantang menolak dan memberikan kritik keras.

“Gimana ini teman-teman @PDI_Perjuangan? Dulu dimasa @SBYudhoyono kalian paling keras menolak semua kenaikan dan pencabutan subsidi ke wong cilik,” kata Jansen dalam akun Twitter @Jansen_jsp, yang diunggah, Kamis 16 Januari 2020.

Baca juga:   Soal Wilayah Natuna, Anggota DPR RI: Nota Protes Indonesia Kepada RRT Sudah Tepat

Hal tersebut disampaikan Jansen, terkait rencana pemerintah melalui Kementerian ESDM menyatakan akan mengubah skema subsidi gas LPG 3 kg mulai semester II 2020 atau pertengahan 2020.

Karena, harga gas melon nantinya akan disesuaikan harga pasar selayaknya gas LPG 12 kg. Selain itu, Gas LPG 12 kg harga ecerannya saat ini Rp 150 ribu.

Selain itu, mengacu pada angka tersebut, gas elpiji 3 kg nantinya akan jadi sekitar Rp 37 ribu. Bahkan, terjadi lonjakan drastis dari harga gas melon saat ini di pasaran sekitar Rp 22 ribu.

Baca juga:   Isyaratkan Kembali Jadi Ketum PDIP, Megawati Minta Kader Tunjukan Kedisiplinan

Sementara, menurut Jansen, bahwa posisi gas 3 kg sangat vital bagi pedagang kecil. Karena itu, jika subsidi dicabut maka dampaknya juga akan sangat luas.

“Banyak usaha kecil, pedagang gorengan, bakso dan lain-lain ngandalkan gas 3 kg untuk usahanya. Apa mereka bukan wong cilik kah?” tandas Jansen. [elz/rmol]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of