Mahfud-MD
Mahfud MD. (foto: detik/Lisye Sri Rahayu)

harianpijar.com, SLEMAN – Korban banjir 1 Januari 2020 menggugat Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 42,3 miliar. Terkait hal itu, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan bahwa semua kasus bisa dibawa ke pengadilan.

“Apa pun bisa dibawa ke pengadilan, cuma pengadilan bisa menyatakan ini bisa diadili ini tidak. Kalau diadili, apa putusannya itu wewenang hakim sepenuhnya,” terang Mahfud MD seusai acara Dialog Kebangsaan ‘Merawat Persatuan, Menghargai Kebersamaan’ di Auditorium Abdulkahar Mudzakkir UII, Jalan Kaliurang KM 14,5, Sleman, Selasa, 14 Januari 2020.

Baca juga:   Anies: Alhamdulillah Jumlah Penumpang Kendaraan Umum Meningkat Sangat Drastis

Diketahui, ada sekitar 243 warga yang menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran dianggap lalai dalam menangani banjir di Jakarta. Mereka meminta ganti rugi senilai Rp 42,3 miliar karena menjadi korban banjir.

Mahfud MD pun meminta warga untuk menyerahkan proses hukum ke pengadilan. Soal dikabulkan atau tidaknya, dirinya meminta warga untuk mengikuti perkembangan kasus hukumnya di pengadilan.

Baca juga:   Tersengat Listrik Saat Banjir, Seorang Warga Kemang Tewas

“Ini saya tidak tahu bisa diadili oleh pengadilan atau tidak, karena kita harus tahu dalilnya dulu untuk bisa diadili atau tidak. Kita ikuti saja perkembangannya, saya tidak mengikuti apa dalil-dalil hukumnya, yang mengerti kan pengadilan,” kata Mahfud MD.

“Kita lihat dulu, saya tidak tahu detail apa yang digugat lihat aja nanti perkembangannya,” imbuhnya. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of