Ketua DPC PDIP Solo Bantah Tidak Mendukung Gibran di Pilwakot

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. (Foto:Google).

harianpijar.com, SOLO – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo, FX Hadi Rudyatmo membantah jika pihaknya disebut tidak mendukung putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan Walikota Solo 2020.

Menurut Rudy, hal tersebut menanggapi Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto yang menegur kader PDIP di Medan dan Solo karena tidak mendukung Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution yang merupakan putra sulung dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami kan tidak ada istilah tidak mendukung. Tidak ada kata-kata itu. Tapi DPC sudah melaksanakan tugas sesuai Peraturan Partai No 24 tahun 2017. Itu saja,” kata Rudy saat dikonfirmasi, di Rumah Dinasnya, Loji Gandrung, Jumat 10 Januari 2020.

Selanjutnya, ditegaskan Rudy, bahwa dalam peraturan tersebut, DCP PDIP Solo dapat melaksanakan penjaringan bakal calon kepala daerah secara tertutup di internal partai karena berhasil memperoleh lebih dari 25 persen suara di Pemilu 2019.

Selain itu, dari proses penjaringan yang dilaksanakan sejak pertengahan 2019, muncul pasangan Achmad Purnomo – Teguh Prakosa.

Baca juga:   Begini Tanggapan Ngabalin Terkait Usul Fadli Zon agar Jokowi Gunakan Mobil Esemka

Sementara, Purnomo saat ini aktif menjabat Wakil Walikota Solo, sedangkan Teguh Prakosa masih menjadi anggota DPRD Solo dari PDIP.

Kemudian, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka muncul setelah DPC PDIP Solo mendaftarkan pasangan Purnomo-Teguh ke DPP.

Namun, meski jalur pencalonan dari DPC tertutup, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tetap melenggang setelah DPP membuka pintu pendaftaran melalui DPD Jawa Tengah. Bahkan, dirinya langsung gencar blusukan untuk mendongkrak popularitasnya.

“Dan DPC tidak pernah melarang Gibran sosialisasi kemana-mana kok. Dia mau blusukan di mana saja silakan,” tegas Rudy.

Kemudian, Rudy juga membantah jika ketidakhadirannya di Rakernas I PDIP di Ji-Expo, Kemayoran, Jakarta sebagai bentuk perlawanan kepada DPP.

Selain itu, menurut Rudy absennya dari agenda rutin partai itu disebabkan karena saat ini Kota Solo dalam keadaan siaga bencana. Sebagai Walikota Solo, Rudy harus siap terjun ke lapangan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Baca juga:   Terkait UU ITE, Kapolri: Yang Lapor Harus Korban, Jangan Diwakili Lagi

“Ya orang mengatakan seperti itu silakan saja. Tapi kalau di Solo ada apa-apa dan walikota dan wakilnya ikut Rakernas semua, yang disalahkan siapa? Di sana (Rakernas) kan sudah ada Pak Purnomo,” ujar Rudy.

Sebelumnya diketahui, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengaku sudah menegur para kader dan pengurus cabang PDIP di Kota Medan dan Kota Solo.

Menurut Hasto, bahwa teguran itu disampaikan karena mereka enggan mengusung putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka di Pilwalkot Solo maupun mengusung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bobby Nasution di Pilwalkot Medan 2020.

Selanjutnya, Hasto menegaskan, bahwa pihak yang berhak mengeluarkan pernyataan strategis terkait pencalonan di Pilkada 2020 adalah ranah DPP PDIP, bukan pengurus daerah maupun cabang.

“Ya, PAC sudah kami tegur karena untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan strategis terkait dengan Pilkada itu berada di Dewan Pimpinan Pusat Partai,” tegas Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu 8 Januari 2020.  [elz/cnn]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar