Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule. (Foto:Googke).

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule dalam akun Twitter pribadinya, Kamis 9 Januari 2020 mengunggah kabar burung terkait Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto yang tidak mau menjabat sebagai pejabat publik.

Menurut Iwan, bahwa Hasto juga memilih tenang di samping Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri sebagai sekjen dua periode karena ada yang dinikmati. Bahkan, kemungkinan Hasto tidak mau jadi anggota DPR RI atau pejabat, agar bebas disuap.

“Dengar-dengar Hasto pun kaya raya. Mungkin Hasto tak mau jadi DPR RI atau pejabat, agar bebas disuap,” kata Iwan.

“Iya nggak sih?” lanjut Iwan sambil mencari jawaban.

Kemudian, Iwan juga mengatakan, bahwa belakangan muncul nama kader PDIP Harun Masiku yang disebut-sebut turut ditangkap. Seperti diketahui, Harun Masiku merupakan caleg PDIP dari Dapil Sumatera Selatan I.

Baca juga:   Politisi Gerindra Tantang Presiden Terbitkan Perppu tentang KPK

Sedangkan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi TangkapTangan (OTT)  terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Terkait hal tersebut, membuat Kantor DPP PDI Perjuangan menjadi ramai wartawan.

Lantaran, beredar kabar bahwa Wahyu Setiawan ditangkap bersama dengan caleg PDIP dan dua staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Bahkan, kantor DPP PDIP yang terletak Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta didatangi para pewarta. Mereka datang untuk mengkonfirmasi kebenaran kabar ruang Hasto Kristiyanto akan digeledah KPK.

“Konon ruangan Hasto di DPP PDIP mau digeledah dan disidak KPK terkait suap kepada Komisioner KPU (WS), tapi dihalangi sekuriti. Wartawan pun dilarang meliput,” ucap Iwan Sumule yang juga Ketua DPP Partai Gerindra itu.

Baca juga:   Nilai KPK Zalim, Adik Imam Nahrawi: Saya Usul Presiden Pakai Hukum Rimba Saja

Sementara, menurut politisi Partai Demokrat Andi Arief, dirinya sempat mendengar kabar bahwa komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ditangkap bersama dengan caleg dari partai dengan suara terbesar di pemilu. Diketahui, partai yang dimaksud menjurus pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Selanjutnya, Andi juga menyebut bahwa ada dua staf dari Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang ikut ditangkap, keduanya berinisial S dan D.

“Miris saya mendengar kabar OTT komisioner KPU bersama caleg partai suara terbesar pemilu. Lebih miris lagi kabarya bersama dua staf sekjen partai tersebut,” ujar Andi. [elz/rmol]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of