3 Tahun Naturalisasi Sungai Masih Banjir, PSI Kritik Gubernur DKI Jakarta Tidak Bisa Kerja

Anies-Baswedan
Anies Baswedan. (foto: detik/Muhammad Fida Ul Haq)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merasa program naturalisasi sungai yang disuarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya berupa janji saja.

“Dilantik sejak Oktober 2017, hingga Januari 2020 program naturalisasi sungai (bukan normalisasi-Gub) masih berupa janji kampanye. Orang gak bisa kerja,” kata Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi, dalam cuitannya yang dikutip dari akun Twitter @Uki23, Rabu 1 Januari 2020.

Selanjutnya, dalam cuitannya Dedek juga menyinggung politicall will (kehendak politik) terkait program naturalisasi sungai ini.

“Hulu dari arah pembangunan adalah political will. Political will kemudian dituang menjadi development planning, yang kemudian diturunkan menjadi anggaran,” ujarnya.

Baca juga:   Tanggapi Soal #Anies4PresidenRI2024, Begini Kata Andre Rosiade

Menurut Dedek, program naturalisasi sungai tidak dijalankan dengan serius.

“Kalau dalam proses penganggaran naturalisasi sungai seperti nggak serius, wajib ditanyain political will nya,” kata Dedek.

Sementara, Dedek sebelumnya juga pernah mempertanyakan kelanjutan beberapa program unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, diantaranya program naturalisasi sungai, Ok Oce hingga Rumah DP 0 Rupiah yang  kekinian tidak jelas kelanjutannya.

“Naturalisasi (bukan normalisasi kalau kata gubernur) sungai hingga memasuki tahun ke-3 mana?” cuit Dedek seperti dikutip pada, Senin 30 Desember 2019.

Baca juga:   Anies Baswedan Positif, PKS Sebut Terbuka tentang COVID-19 Bukanlah Aib

Sedangkan, menurut informasikan yang disampaikan TMC Polda Metro Jaya, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta, pada Rabu 1 Januari 2020 terpantau cukup parah.

Kemudian, banjir setinggi 20-40 sentimeter (cm-red) terjadi di depan Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan dan banjir 40 cm terjadi di samping Pos Halim Baru dan Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

Bahkan, ketinggian air banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur mencapai leher orang dewasa. Sementara, masyarakat terpaksa mengungsi lantaran banjir tidak kunjung surut. [elz/sua]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar