Soal Kisruh PAN, Palu Sidang Yang Hilang Saat Rapat Belum Ditemukan

Partai Amanat Nasional (PAN). (Foto:Google/Ilustrasi).

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang dikabarkan membawa pergi palu sidang, usai menetapkan Sekjen PAN, Eddy Soeparno sebagai Steering Committee Kongres PAN.

Bahkan, palu sidang yang hilang dalam rapat harian DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di Kantor DPP Jalan Daksa I, No. 10, Jakarta, pada Jumat malam 20 Desember 2019 hingga saat ini belum ditemukan.

Namun, ada yang mengatakan, bahwa Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melarikan diri dengan membawa palu sidang, seperti orang yang kehabisan akal.

Selain itu, menurut informasi lain menyebut bahwa Zulkifli Hasan ditarik oleh salah seorang pendukungnya untuk meninggalkan ruangan karena suasana yang sudah tidak kondusif di ruang rapat.

Bahkan, di dalam ruang Daksa 02 tempat rapat berlangsung dan di luar kantor ada pihak-pihak yang tidak dikenal, yang seharusnya tidak berada di situ.

Baca juga:   Amien Rais Minta PAN Tak Rabun Ayam, Begini Kata Sekjen Eddy

“Saya tidak tahu kemana palu sidang itu. Tetapi suasana di dalam ruangan sudah tidak kondusif. Sudah banyak teriakan yang mengabaikan jalannya rapat,” kata seorang politisi senior PAN yang tidak bersedia disebutkan namanya karena tidak ingin memperbesar polemik tersebut.

Sementara, dikalangan lain di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) menilai soal palu sidang yang hilang tidak begitu penting dibandingkan masalah sesunguhnya yang sedang mendera partai yang berlambang matahari itu.

Sementara diketahui, bahwa pendiri partai itu, Amien Rais yang kini menduduki jabatan Ketua Dewan Kehormatan, dinilai terlalu berambisi untuk menguasai PAN.

Bahkan, cara-cara Amien Rais dinilai kurang elok dibandingkan dengan tokoh-tokoh di partai lain, seperti Megawati Soekarnoputri di PDI Perjuangan, Prabowo Subianto di Partai Gerindra, Surya Paloh di Partai NasDem dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Partai Demokrat.

Baca juga:   Amien Rais: Maksud Kami Bukan Ganti Rezim, tapi People Power yang Enteng-entengan

Selain itu, keempat tokoh parpol tersebut dirasa lebih elegan karena menguasai partai sembari menduduki kursi tertinggi.

Sedangkan, Amien Rais walau tampak menghargai regenerasi dan memberikan kesempatan kepada kader untuk tampil memimpin partai, namun patut diduga memiliki ambisi yang begitu besar untuk terus berkuasa di partai itu melalui kader yang didukungnya sebagai ketua umum.

Kemudian, kalangan yang mengkritisi ambisi Amien Rais itu menilai, Amien Rais melakukan apa yang dulu ia lawan, yakni penumpukan kekuasaan. Karena, ini dapat dilihat dari keterlibatan keluarganya di dalam partai sehingga membuat Partai Amanat Nasional (PAN) tampak menjadi partai milik Amien Rais. [elz/rmol]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar